1 tahun disway

Etika Bertamu saat Lebaran yang Sering Dilupakan: Jam Berkunjung Tak Tepat hingga Singgung Privasi Tuan Rumah

Etika Bertamu saat Lebaran yang Sering Dilupakan: Jam Berkunjung Tak Tepat hingga Singgung Privasi Tuan Rumah

Suasana silaturahmi Lebaran yang penuh kehangatan. Menjaga etika bertamu membuat momen kunjungan tetap berkesan dan tidak membebani tuan rumah.-MESKAT SHORIF-Pinterest--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Bertamu menjadi tradisi sekaligus dianjurkan saat Idulfitri. Untuk menjalin silaturahmi yang merupakan tuntutan agama Islam. Baik bertamu ke keluarga, kerabat, tetangga, atau siapa pun. Namun, yang perlu diperhatikan, ada adab bertamu yang kerap terlupakan.

Namun sering tanpa disadari, kebiasaan kecil seperti datang tanpa konfirmasi, bertanya hal terlalu pribadi, atau membiarkan anak berlarian. Hal itu dapat membuat suasana kurang nyaman.

Berikut tujuh etika bertamu saat Lebaran yang penting untuk diperhatikan agar kunjungan tetap berkesan dan tidak membebani tuan rumah:

BACA JUGA:Kumpul Keluarga dan Silaturahmi Makin Seru dengan Playlist Lagu Lebaran 2026

1. Hindari Datang pada saat yang Kurang Tepat

Menghargai waktu tuan rumah adalah bentuk dasar sopan santun. Hindari berkunjung terlalu pagi sebelum jam 8, saat waktu istirahat siang, atau terlalu malam tanpa konfirmasi sebelumnya.

Sebelum berangkat, sebaiknya kirim pesan singkat untuk memastikan ketersediaan tuan rumah. Langkah sederhana ini membantu tuan rumah mempersiapkan penyambutan dengan lebih baik.

2. Jangan Berlama-lama Tanpa Perlu

Bertamu terlalu lama dapat membuat tuan rumah kelelahan, apalagi saat momen Lebaran mereka biasanya menerima puluhan tamu dalam satu hari.

BACA JUGA:Kenapa Ada Tradisi Takbir Keliling saat Lebaran? Ini Sejarah dan Maknanya di Indonesia

Batasi durasi kunjungan sekitar 30–60 menit, kecuali ada undangan khusus untuk makan bersama.

Perhatikan isyarat tidak langsung sebagai tanda bahwa kunjungan sebaiknya diakhiri. Misalnya, tuan rumah mulai melihat jam atau mengurangi intensitas percakapan.

3. Jaga Ucapan dan Hindari Pertanyaan Sensitif

Silaturahmi seharusnya menjadi momen saling mendoakan, bukan ajang interogasi. Hindari pertanyaan yang berpotensi membuat tidak nyaman dan menyinggung privasi tuan rumah atau tamu lainnya, seperti:

"Kapan nikah?"

"Kapan punya anak?"

"Gaji sekarang berapa?"

Sumber: harian.disway.id