174 Ribu Orang Naik KA Lebaran: Barang Hilang Meningkat, Begini Cara Lapor ke PT KAI
Lonjakan penumpang PT Kereta Api Indonesia capai 174 ribu saat Lebaran 2026 dengan okupansi 108 persen, KAI ingatkan waspada barang hilang yang ikut meningkat.-Dok. KAI---
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Sebanyak 174.198 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dijadwalkan bepergian dengan tingkat okupansi sementara mencapai 108,1 persen pada Sabtu, 21 Maret 2026. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berlangsung pada masa puncak arus mudik Lebaran 2026.
“Di tengah tingginya mobilitas pada masa angkutan Lebaran, pelanggan kami imbau untuk selalu memperhatikan dan menjaga barang bawaannya. Terutama barang berharga, agar tidak tertinggal maupun tertukar,” ujar Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba.
BACA JUGA:Ditjen Hubdar Imbau Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret, Arus Mudik Berakhir dan Berjalan Lancar
KAI terus memperkuat layanan penanganan barang tertinggal atau hilang (Lost and Found) di stasiun maupun di atas kereta sebagai bagian dari peningkatan pelayanan.
Data KAI mencatat, pada Januari 2026 terdapat 2.038 barang temuan dengan estimasi nilai mencapai Rp1.404.815.000. Angka ini meningkat signifikan pada Februari 2026 menjadi 3.578 barang dengan nilai mencapai Rp2.805.671.000.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 863 barang termasuk kategori barang berharga, seperti telepon genggam, tablet, hingga perhiasan.
BACA JUGA:Sering Picu Kecelakaan Lalu Lintas, Berikut Tips Aman Cegah Microsleep saat Mudik atau Liburan
Anne menjelaskan bahwa setiap barang yang ditemukan akan langsung diumumkan dan diamankan sesuai prosedur. “Kami mengutamakan akurasi data dan keamanan barang. Setiap item diperiksa, didata, dan disimpan sesuai prosedur agar dapat dikembalikan kepada pemiliknya dengan tepat,” jelas Anne.
Cara Melapor Barang Hilang
Bagi pelanggan yang merasa kehilangan barang, KAI mengimbau untuk segera melapor kepada kondektur, petugas keamanan, atau layanan Lost and Found di stasiun tujuan.
Selain itu, pelanggan juga dapat menghubungi Contact Center KAI 121 melalui telepon 121 atau WhatsApp 0811-1211-1121 untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut.
KAI juga mengingatkan sejumlah langkah pencegahan, seperti menyimpan barang berharga di tempat yang mudah diawasi, tidak meninggalkan barang tanpa pengawasan, serta memastikan kembali barang bawaan sebelum turun dari kereta atau meninggalkan stasiun.
“KAI berharap tingginya pergerakan pelanggan pada masa Angkutan Lebaran 2026 dapat tetap berlangsung tertib, aman, dan nyaman, seiring meningkatnya kesadaran pelanggan dalam menjaga barang bawaan masing-masing,” tutup Anne.
Dengan lonjakan penumpang yang terus terjadi, kewaspadaan menjadi kunci utama agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman.
Sumber: harian disway









