BATU, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Batu berkomitmen memperkuat fondasi kesehatan masyarakat hingga ke level akar rumput. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Nurochman, Pemkot Batu meluncurkan program penguatan layanan kesehatan daerah yang menargetkan kelengkapan fasilitas di tingkat desa dan kelurahan mulai tahun 2025 lalu.
BACA JUGA:Wali Kota Malang Soroti Banjir Informasi di Era Digital, Media Diminta Jaga Akurasi
Wali Kota Nurochman, Jumat (13/3) mengungkapkan bahwa berdasarkan identifikasi lapangan, masih ditemukan Posyandu yang kekurangan alat kesehatan (alkes) atau bahkan masih menggunakan fasilitas pinjaman.
BACA JUGA:Antisipasi Pemudik Sakit, Dinkes Malang Siapkan 240 Tenaga Medis dan Ambulans
“Pemerintah hadir untuk memastikan fasilitas kesehatan dasar, khususnya di Posyandu desa dan kelurahan, dapat terpenuhi secara merata. Kami berkomitmen melengkapi peralatan di seluruh titik layanan tersebut,” tegas Nurochman saat memaparkan program penguatan kesehatan.
BACA JUGA:Santunan Ramadan, Unisma Bantu 250 Warga Duafa di Empat Kelurahan
Salah satu terobosan utama adalah penempatan dokter di Pondok Bersalin Desa (Polindes). Saat ini, sebanyak 18 dokter telah ditugaskan untuk melayani 18 desa dari total sekitar 90 desa/kelurahan di Kota Batu.
BACA JUGA:Kembali setelah 6 Tahun, 'Danur 4' Siap Hantui Bioskop Indonesia
Meski belum menjangkau seluruh wilayah, kehadiran dokter ini mengubah wajah Polindes yang sebelumnya mayoritas hanya ditangani tenaga kesehatan non-dokter. Saat ini, layanan dokter dapat diakses masyarakat minimal tiga hari dalam seminggu.
Target Ke Depan: Setiap desa minimal memiliki akses dokter rutin (seminggu sekali atau dua minggu sekali).
Peningkatan Kapasitas: Polindes akan dikembangkan menjadi fasilitas yang lebih lengkap dengan penambahan tenaga medis dan peralatan agar beban di Puskesmas dapat terurai.
Layanan Kunjungan Rumah dan Integrasi OPD
Bagi warga yang memiliki keterbatasan fisik untuk datang ke fasilitas kesehatan, Pemkot Batu mengandalkan program kunjungan rumah (home care) yang dijalankan oleh Puskesmas.
Program ini juga diintegrasikan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya dengan Dinas Sosial. Tujuannya adalah memastikan warga kurang mampu atau yang membutuhkan bantuan darurat medis dapat segera tertangani tanpa kendala birokrasi.
Tak hanya fokus pada pengobatan (kuratif), Nurochman juga menekankan pentingnya pencegahan (preventif). Pemkot Batu berencana membangun Taman Sehat di desa-desa sebagai ruang publik untuk olahraga ringan.
“Harapannya masyarakat semakin aktif berolahraga, seperti jalan kaki atau aktivitas fisik lainnya. Kesehatan adalah fondasi utama produktivitas,” pungkasnya sembari mengajak media untuk membantu sosialisasi program ini.