MALANG, DISWAYMALANG.ID–Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin marak di kalangan Generasi Z pada era digital saat ini. FOMO merupakan kondisi psikologis ketika seseorang merasa takut tertinggal tren, informasi, atau pengalaman yang sedang dialami orang lain. Di tengah penggunaan media sosial yang tinggi, Gen Z menjadi kelompok yang paling rentan mengalami tekanan ini.
Paparan konten di Instagram, TikTok, dan X yang menampilkan gaya hidup, pencapaian, hingga aktivitas sosial membuat banyak anak muda merasa harus selalu terhubung. Perbandingan sosial yang terus-menerus inilah yang memicu kecemasan dan dorongan untuk selalu terlihat “update”.
BACA JUGA:Dejavu, Fenomena 'Pernah Mengalami' yang Ternyata Tipuan Otak, Waspada jika Sangat Sering Terjadi!
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada momen tertentu, tetapi hampir setiap hari dalam kehidupan digital Gen Z. Siklus tren yang berubah cepat, mulai fashion, konser, tempat nongkrong, hingga pencapaian akademik dan karier, membuat banyak anak muda merasa harus terus mengikuti arus agar tetap relevan di lingkungannya.
Tekanan untuk terlihat aktif dan sukses di media sosial sering menciptakan standar yang tidak realistis. Sehingga tanpa disadari memicu beban psikologis yang berkepanjangan.
Berikut 9 dampak FOMO yang paling sering terjadi pada Gen Z
FOMO sering melanda Generasi Z. -sumber gambar: umsida--
- Kecemasan dan stress berlebihan karena takut tertinggal tren
- Penurunan harga diri akibat perbandingan sosial di media digital.
- Risiko depresi karena tekanan eksistensi di dunia maya.
- Gangguan tidur akibat kebiasaan begadang memantau media sosial.
- Penurunan produktivitas karena terdistraksi notifikasi dan konten.
- Perilaku konsumtif dan doom spending demi mengikuti tren terbaru.
- Phubbing, yaitu mengabaikan orang sekitar karena fokus pada ponsel.
- Adiksi media sosial dan ketergantungan pada validasi online.
- Ketidakpuasan hidup karena sulit menikmati momen saat ini.
Untuk mengurangi dampak tersebut, diperlukan langkah sadar dalam mengelola penggunaan media sosial agar tidak memicu tekanan psikologis yang berlebihan.
BACA JUGA:Mengenal Sosiopat: Ciri, Faktor Risiko, dan Penjelasan Klinis Antisocial Personality Disorder
Berikut cara agar tidak terjebak FOMO
- Batasi waktu penggunaan media sosial setiap hari.
- Tetapkan jam bebas gawai, terutama sebelum tidur.
- Tingkatkan literasi digital dan pahami bahwa media sosial bukan realitas sepenuhnya.
- Fokus pada tujuan dan prioritas pribadi, bukan tren yang viral.
- Perkuat hubungan sosial di dunia nyata dengan keluarga dan teman.
- Buat perencanaan keuangan agar tidak terjebak belanja impulsif.
- Latih mindfulness dan biasakan menikmati momen tanpa harus membagikannya.
- Kurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
- Kembangkan aktivitas offline seperti olahraga, membaca, atau hobi kreatif.
FOMO memang menjadi bagian dari dinamika kehidupan digital Gen Z. Namun, dengan pengelolaan yang bijak, generasi muda tetap dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan keseimbangan mental, sosial, dan finansialnya.
BACA JUGA:Menghadapi January Blues: Mengapa Motivasi Sering Merosot di Pertengahan Bulan Pertama?