MALANG, DISWAYMALANG.ID--Dunia kembali merayakan Giving Hearts Day atau Hari Berbagi Hati yang pada tahun 2026 ini jatuh pada Kamis, 12 Februari. Gerakan sosial ini merupakan sebuah ajakan global untuk berhenti sejenak dari rutinitas dan menoleh pada kepentingan sesama melalui aksi nyata.
Selama 24 jam penuh, energi masyarakat difokuskan untuk mendukung keberlangsungan organisasi nirlaba yang berjuang di garis depan dalam membantu kelompok-kelompok yang membutuhkan, mulai dari isu kesehatan hingga kesejahteraan keluarga.
Sejarah gerakan ini bermula di wilayah Amerika Serikat, tepatnya dipelopori oleh komunitas di North Dakota (Dakota Utara) dan Minnesota, negara bagian AS di wilayah utara-tengah AS. Sejak awal kemunculannya, Giving Hearts Day dirancang untuk menjadi jembatan antara para dermawan dengan ratusan organisasi amal yang membutuhkan sumber daya.
BACA JUGA:IVE Rilis Lagu BANG BANG, Single Prarilis Penuh Energi sebelum Comeback! Ini Lirik dan Terjemahannya
Tujuan utamanya tidak sekadar mengumpulkan dana, tetapi juga membangun ekosistem kedermawanan yang berkelanjutan. Melalui platform digital dan kampanye kreatif, gerakan ini berhasil mengubah cara masyarakat berdonasi menjadi lebih mudah, transparan, dan memiliki dampak yang terukur.
Momentum 12 Februari ini mencakup berbagai sektor layanan sosial yang sangat luas. Ratusan organisasi nirlaba bergerak serentak untuk menggalang bantuan bagi penyediaan layanan kesehatan berkualitas, dukungan bagi keluarga prasejahtera, peningkatan mutu pendidikan, hingga bantuan bagi penyandang disabilitas.
Dengan adanya partisipasi dari berbagai lapisan masyarakat, Giving Hearts Day menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas sosial dan membangkitkan empati kolektif bahwa kontribusi sekecil apa pun mampu menciptakan perubahan besar.
BACA JUGA:Selebrasinya Dianggap ‘Provokasi’ ke Persija-Jakmania, Gabriel Silva Ngaku Terinspirasi Gaya Neymar
Lebih dari sekadar penggalangan dana, Hari Berbagi Hati adalah tentang membangun kesadaran akan pentingnya peran individu dalam menciptakan solusi bagi masalah di sekitarnya. Kehadiran Giving Hearts Day memberikan harapan besar di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dinamis saat ini.
Gerakan ini membuktikan bahwa kebaikan tetap menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan banyak kepala. Melalui semangat berbagi ini, masyarakat diajak untuk menyadari bahwa kebahagiaan sejati sering kali ditemukan saat tangan kita terulur untuk memberikan dampak positif bagi kehidupan orang lain.