2. Langkah 2: Enkripsi (P + K) mod 26
Hitung satu per satu:
- 15 + 0 = 15 → P
- 17 + 15 = 32 → 32 mod 26 = 6 → G
- 0 + 8 = 8 → I
- 12 + 0 = 12 → M
- 20 + 15 = 35 → 35 mod 26 = 9 → J
- 10 + 8 = 18 → S
- 0 + 0 = 0 → A
- Hasil Sandi Akhir: PGIMJSA
Jika Didekripsi Kembali
- Gunakan rumus (C – K) mod 26
- Hasilnya akan kembali menjadi PRAMUKA
Sandi ini dianggap salah satu yang paling aman di antara sandi klasik.
9. Sandi AN/NA Mirip 'Bahasa Walikan' Malang
Sandi ini menukar susunan huruf dalam satu kata dengan metode:
- Huruf pertama bertukar dengan huruf terakhir
- Huruf kedua bertukar dengan huruf kedua dari belakang
- Contoh: PRAMUKA → AKUMARP
Sederhana, tetapi cukup mengecoh bagi yang belum terbiasa. Mirip bahasa 'walikan' Malang.
Bedanya kalau sandi ini dibaca dari belakang berdasarkan susunan huruf, bahasa 'walikan' Malang ada kreasinya. Misal: 'Malang" tidak dibaca "Gnalam' tetapi 'Ngalam'. Namun demikian 'orang' tidak dibaca 'gnaro' atau 'ngaro' tapi 'genaro'.
Mempelajari sandi Pramuka tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengasah logika dan ketelitian. Setiap sandi memiliki keunikan dan cara penyampaian yang berbeda—mulai dari yang sederhana hingga yang membutuhkan tabel khusus. Dengan memahami jenis-jenis sandi di atas, kamu bisa lebih siap menghadapi kegiatan kepramukaan, sandi-sandi rahasia, maupun permainan edukatif di lapangan.