2 tahun Disway Malang

Konsumsi Pertalite di Malang Naik Jadi 400 KL per Hari, Khofifah Sidak SPBU

Konsumsi Pertalite di Malang Naik Jadi 400 KL per Hari, Khofifah Sidak SPBU

Wali Kota Malang Mendampingi Gubernur Jatim Sidak BBM di SPBU Ciliwung Malang--

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Malang meningkat dari rata-rata 300 kiloliter (KL) menjadi 400 KL per hari. Lonjakan kebutuhan tersebut terjadi di tengah antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi tersebut melalui inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Ciliwung, Kota Malang, Sabtu (17/10) malam.

Dalam sidak itu, Khofifah didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan perwakilan Pertamina Patra Niaga. Ia memeriksa antrean kendaraan, meminta penjelasan mengenai ketersediaan stok BBM, serta berbincang dengan warga yang sedang mengisi bahan bakar.

Khofifah mengatakan, berdasarkan data Pertamina Patra Niaga, stok BBM relatif aman. Pasokan tambahan juga diharapkan masuk melalui kapal pengangkut BBM yang merapat di Surabaya.

“Saya katakan relatif aman karena ada kapal mengangkut BBM yang merapat di Surabaya. Nanti tanggal 25 Oktober juga ada lagi kapal yang merapat,” katanya.

Ia meyakini ketersediaan BBM di Malang masih dapat terjaga hingga akhir Oktober. Meski demikian, Khofifah meminta Pertamina memastikan distribusi berjalan lebih baik agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

BACA JUGA:Cuaca Kota Batu 18 Oktober 2026, Cerah Berawan hingga Hujan Ringan Sore Hari 

“Ini berdasarkan data dari Patra Niaga. Masih aman. Harapannya distribusi dari Pertamina harus lebih baik. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan BBM jenis solar ataupun Pertalite ini tidak dapat,” ujarnya.

Khofifah menyebut sidak tersebut merupakan peninjauan kedua yang dilakukannya setelah muncul informasi mengenai antrean BBM. Sebelumnya, ia melakukan pemeriksaan serupa di Jember.

Di tengah meningkatnya permintaan, Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Ia turut memperingatkan agar tidak ada praktik kecurangan dalam pembelian BBM karena dapat dikenai sanksi.

Sementara itu, Sales Area Manager Retail Malang Pertamina Patra Niaga, Angga Yodi Winata Putra, membenarkan adanya peningkatan konsumsi Pertalite. Jika sebelumnya distribusi harian rata-rata mencapai 300 KL, kini jumlahnya meningkat menjadi 400 KL.

BACA JUGA:Semeru Erupsi 51 Kali Sepekan, Pendakian Arjuno-Welirang Ditutup, Gelombang Laut Malang 2,2 Meter 

Angga juga mengungkapkan adanya peralihan konsumsi dari Pertamax dengan nilai oktan RON 92 ke Pertalite. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax menjadi salah satu faktor yang mendorong konsumen beralih ke BBM tersebut.

Sumber: