Dosen Ma Chung dan UMM Kembangkan UAV VTOL Fixed-Wing Long Range, Percepat Pemetaan 3D Jalan Raya
Tiga dosen dari Universitas Ma Chung dan UMM saat sedang menyiapkan prototipe VTOL Fixed Wing UAV Long Range-agsant/diswaymalang-
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Pemetaan infrastruktur jalan raya kini berpeluang dilakukan lebih cepat dan efisien melalui pemanfaatan teknologi pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Inovasi tersebut dikembangkan melalui prototipe VTOL Fixed Wing UAV Long Range yang dirancang untuk mendukung pengambilan foto udara dan pemodelan tiga dimensi (3D) jalan raya.
Prototipe ini diinisiasi oleh dosen Universitas Ma Chung, Bita Parga Zen dan Mochammad Subianto, bekerja sama dengan dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Wahono.
"Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk membantu proses pemetaan wilayah secara lebih luas, efisien, serta mendukung kebutuhan dokumentasi dan pengelolaan infrastruktur berbasis digital." kata Bita Parga Zen kepada Disway Malang, Selasa (20/10/2026).
Keunggulan prototipe ini terletak pada integrasi teknologi pesawat tanpa awak dengan kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal atau Vertical Take-Off and Landing (VTOL). Sistem tersebut dipadukan dengan navigasi otomatis berbasis waypoint serta kamera beresolusi tinggi untuk mengambil citra udara.
BACA JUGA:Universitas Ma Chung Gelar CHIFEST 2026: Perayaan Bersatunya Dua Budaya
Foto yang dikumpulkan dari udara selanjutnya diproses menggunakan teknologi fotogrametri. Hasil pengolahan ini dapat menghasilkan model tiga dimensi, orthophoto, hingga Digital Terrain Model (DTM) yang menggambarkan informasi permukaan wilayah.
Pengembangan UAV tersebut dilatarbelakangi kebutuhan pemetaan infrastruktur jalan yang selama ini dapat menyita waktu, biaya, serta sumber daya manusia dalam jumlah besar.

Foto yang dikumpulkan dari udara selanjutnya diproses menggunakan teknologi fotogrametri-agsant/diswaymalang-
Tantangan semakin terasa ketika survei dilakukan di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Teknologi pemetaan udara, pengumpulan data visual diharapkan dapat membantu dokumentasi kondisi jalan. Sekaligus menjadi bahan pendukung dalam perencanaan pemeliharaan infrastruktur.
"UAV ini memiliki kemampuan terbang hingga 30 menit dengan jarak jangkauan mencapai 25 kilometer." ujar M Subianto.
Dia menambahkan, kapasitas UAV tersebut menjadi modal untuk mendukung pemetaan wilayah yang lebih luas dibandingkan metode survei yang memiliki keterbatasan mobilitas di lapangan.
Pemanfaatannya tidak berhenti pada dokumentasi visual. Data spasial yang dihasilkan juga berpotensi digunakan untuk meninjau kondisi permukaan jalan, mendata aset infrastruktur, serta mendukung perencanaan pembangunan dan pemeliharaan jalan raya.
BACA JUGA:UM dan Universitas Ma Chung Bangun Laboratorium Bersama, Perkuat Riset dan Inovasi di Malang Raya
Sejumlah pihak dinilai berpotensi memanfaatkan teknologi ini. Mulai pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), konsultan pemetaan, perusahaan konstruksi, hingga perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
Sumber:










