2 tahun Disway Malang

Gus Baha: Berbuat Baik Tak Perlu Menunggu Sanad, Ilmu yang Harus Punya Sanad (2)

 Gus Baha: Berbuat Baik Tak Perlu Menunggu Sanad, Ilmu yang Harus Punya Sanad (2)

Gus Baha menjelaskan perbedaan antara sanad keilmuan dan amal kebaikan. Menurutnya, ilmu membutuhkan otoritas, sedangkan berbuat baik tidak perlu tunggu ijazah. -Youtube Daily Nasihat--

MALANG, DISWAYMALANG.ID - Sanad menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi keilmuan Islam. Namun, menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, konsep sanad tidak bisa diterapkan secara serampangan kepada semua aktivitas manusia.

Wakil Rais Aam PBNU periode 2026–2031 itu menjelaskan, ada perbedaan mendasar antara otoritas dalam menyampaikan ilmu dan kewajiban manusia untuk berbuat baik.

Penjelasan tersebut disampaikan Gus Baha saat membahas cara memahami posisi orang saleh, guru, murshid, dan ahli ilmu dalam tradisi Islam.

Sanad Dibutuhkan untuk Menjaga Ketepatan Ilmu

Menurut pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, Rembang tersebut, ilmu memiliki karakter berbeda dengan amal sosial. Ketika seseorang menyampaikan sebuah pengetahuan sebagai bagian dari ilmu, terutama ilmu agama, diperlukan dasar dan otoritas yang jelas.

“Yang harus punya sanad itu ilmu,” demikian pokok penjelasan Gus Baha.

Sanad, dalam konteks tersebut, bukan sekadar daftar nama guru. Lebih jauh, sanad berkaitan dengan proses seseorang memperoleh pengetahuan, belajar kepada guru yang kompeten, memahami materi secara mendalam, kemudian memiliki kapasitas untuk menyampaikannya.

Karena itu, seseorang tidak cukup hanya terlihat saleh untuk otomatis dianggap sebagai ahli dalam seluruh bidang keilmuan.

Gus Baha menekankan pentingnya membedakan antara orang yang baik dan orang yang memiliki keahlian tertentu.

Berbuat Baik Tak Harus Menunggu Sanad

Santri kesayangan KH Maimoen Zubair itu kemudian memberikan gambaran sederhana mengenai amal kebaikan.

Ketika ada teman membutuhkan pertolongan, misalnya meminjam uang atau sedang menghadapi kesulitan, seseorang tidak perlu bertanya lebih dahulu apakah dirinya memiliki sanad untuk memberikan bantuan.

Kebaikan semacam itu merupakan bagian dari amal yang memang dianjurkan.

Dengan demikian, menurut Gus Baha, tidak semua aktivitas membutuhkan legitimasi keilmuan. Menolong orang, bersedekah, membantu tetangga, atau melakukan kebaikan lainnya tidak harus menunggu seseorang mendapatkan ijazah atau sanad dari seorang guru.

Sumber: youtube daily nasihat

Berita Terkait