BBM Irit Bukan Satu-satunya Keunggulan BYD M6 DM-i, Ini Buktinya
BYD M6 DM-i diuji dengan baterai 25 persen. Konsumsi BBM mencapai 27 km/l di kota, 22,7 km/l kombinasi, dan 19,5 km/l di tol.-Yt GridOto-Yt GridOto
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - BYD M6 DM-i tidak hanya mengandalkan konsumsi BBM yang irit untuk menarik perhatian. Mobil keluarga ini membawa teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) yang membuatnya bisa menggabungkan tenaga listrik dan mesin bensin dalam satu kendaraan.
Karakter tersebut membuat BYD M6 DM-i memiliki fleksibilitas yang berbeda. Mobil dapat mengandalkan baterai untuk perjalanan tertentu, tetapi tetap mempunyai mesin bensin ketika membutuhkan jarak tempuh lebih jauh.
Hasil pengujian yang dilakukan GridOto menunjukkan konsumsi BBM BYD M6 DM-i berada di angka 27 km/l di dalam kota. Namun, efisiensi bukan satu-satunya hal yang menjadi daya tarik mobil tersebut.
Motor Listrik Jadi Andalan Utama
BYD M6 DM-i menggunakan sistem BYD DM-i yang mengutamakan penggerak listrik. Motor listrik menghasilkan tenaga sekitar 169 hp dengan torsi lebih dari 200 Nm.
Sementara itu, mesin bensin 1,5 liter menghasilkan sekitar 99 hp dan torsi 120 Nm. Keduanya bekerja dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi berkendara.
Pendekatan tersebut membuat mesin bensin tidak selalu menjadi sumber tenaga utama. Ketika kondisi memungkinkan, motor listrik dapat mengambil peran lebih besar sehingga konsumsi bahan bakar bisa ditekan.
Sistem seperti ini juga menjadi alasan BYD M6 DM-i tetap menawarkan sensasi berkendara yang halus. Perpindahan sumber tenaga dapat berlangsung tanpa karakter perpindahan gigi konvensional karena penggerak roda depan menggunakan reduction gear satu tingkat.
Efisiensi Berbeda di Setiap Rute
Pengujian dilakukan dengan kondisi baterai yang sudah disiapkan pada SOC 25 persen. Tujuannya agar pengujian tidak sekadar mengandalkan baterai penuh, sehingga konsumsi BBM sistem hybrid dapat terlihat lebih jelas.
Hasilnya, BYD M6 DM-i mampu mencatat konsumsi sekitar 27 km/l ketika digunakan di dalam kota.
Pada rute kombinasi, konsumsi berubah menjadi sekitar 22,7 km/l. Sementara ketika digunakan di jalan tol, angkanya berada di kisaran 19,5 km/l.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa angka konsumsi BBM sangat dipengaruhi kondisi perjalanan. Kecepatan tinggi di jalan tol membutuhkan energi lebih besar, sedangkan lalu lintas perkotaan memberikan lebih banyak kesempatan bagi sistem hybrid memanfaatkan tenaga listrik.
Bisa Mengandalkan Listrik untuk Harian
Sebagai mobil PHEV, BYD M6 DM-i mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki mobil hybrid biasa, yakni baterainya dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal.
Pemilik dapat mengisi baterai sebelum melakukan perjalanan. Jika kebutuhan perjalanan harian masih berada dalam kemampuan baterai, penggunaan mesin bensin dapat ditekan.
Inilah yang membuat klaim konsumsi sekitar 65 km/l perlu dilihat berdasarkan kondisi penggunaannya. Angka tersebut berkaitan dengan skenario ketika mobil memulai perjalanan dengan baterai dan tangki bensin dalam kondisi penuh.
Sumber: yt gridoto

