Gus Baha: Allah Itu Rahman Rahim, Berdoa Tak Harus Bengak-Bengok (2)
Gus Baha kala hadir dalam sebuah kajian terbuka di Universitas Islam Indonesia. -Foto/Tangkapan Layar---
MALANG, DISWAYMALANG.ID - KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan bahwa hubungan seorang hamba dengan Allah tidak harus selalu dibangun dengan ketegangan. Dalam berdoa, seorang muslim tetap harus memiliki keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Mendengar dan Maha Menyayangi.
“Allah iku apikan, tenanan ora tenanan, wis disembadani saking apikane Allah,” tuturnya dalam sebuah kajian yang seri 1-nya sudah dipublis Disway Malang, kemarin.
Gus Baha membandingkannya dengan hubungan anak kepada orang tua. “Lho kowe njaluk mangan wong tuamu, ora tenanan (Lho, Anda minta makan kepada orang tua Anda, tidak sungguh-sungguh, re) karena yakin, ndak apa-apa,” ujarnya.
Gus Baha bahkan mengaku termasuk orang yang manja ketika berdoa. “Saya termasuk kiai yang manja. Kulo niku nek dungo ora tenanan tapi mandi lah, niku sing penting (Saya ini kalau berdoa tidak sungguh-sunggu tapi mustajab, itu yang penting, red),” tuturnya disambut tawa jamaah.
Gus Baha kemudian menjelaskan alasannya. “Merga kulo nek ape tenanan iku, mikir, wong aku njaluk wong tuaku wae gak tau tenanan, kasil. (Karena saya kalau akan berdoa sungguh-sunguh itu, mikir, wong saya minta ke orang tua saya dengan tidak pernah sungguh-sungguh saja berhasil, red). Sedangkan Allah iku rahman rahim,” urainya.
Menurut Gus Baha, keyakinan tersebut bukan berarti meremehkan doa. Justru seorang hamba harus yakin kepada sifat Allah Yang Rahman dan Rahim.
Gus Baha kemudian menceritakan kisah Nabi Musa ketika terjadi kekeringan dan hujan tidak kunjung turun.
Dalam kisah yang disampaikan Gus Baha, Nabi Musa berdoa bersama kaumnya. Namun doa tersebut tidak kunjung menghasilkan hujan.
Allah kemudian memberi tahu Nabi Musa: "Inna fīhim nammāman.” Di antara mereka terdapat orang yang suka mengadu domba.
Nabi Musa kemudian meminta agar orang tersebut ditunjukkan sehingga bisa dikeluarkan dari majelis.
Namun Allah menjawab dengan cara yang membuat Gus Baha tertawa. “Kalau aku ngaramno adu-adu, nek aku nduduhno berarti aku adu-adu (kalau saya mengharamkan adu domba, jika saya menunjukkan orangnya berarti aku juga mengadu domba, red)."
Nabi Musa kemudian tidak tahu bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut.
Dalam kisah itu kemudian muncul seorang wali yang diminta berdoa agar hujan turun. Doanya pun digambarkan Gus Baha dengan gaya yang sangat sederhana.
“Ya Allah, apa Engkau ketakutan stok hujan habis, ndak ada hujan?” Tak lama kemudian hujan langsung turun.
Sumber: youtube ngaji milenial


