BMKG Peringatkan 16 Provinsi Berpotensi Hujan Hari Ini 23 September, 2 Wilayah Siaga
BMKG berharap prediksi ini menjadi panduan strategis bagi pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan wilayah, mengoptimalkan potensi pemanfaatan air, sekaligus memitigasi dampak dinamika iklim mendatang. -dok BMKG---
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID--Cuaca basah masih berpeluang muncul di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu, 23 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan serta angin kencang untuk beberapa provinsi.
Secara umum, sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi kemarau dan atmosfer relatif kering. Namun, dinamika atmosfer regional membuat pertumbuhan awan hujan tetap berpeluang terjadi di sejumlah kawasan.
BMKG menempatkan Sumatera Utara dan Papua Tengah dalam kategori Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, sejumlah provinsi lain masuk kategori Waspada hujan sedang hingga lebat.
16 Provinsi Berpotensi Hujan
Wilayah yang masuk daftar potensi hujan pada 23 September 2026 meliputi:
- Aceh
- Sumatera Barat
- Riau
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatera Selatan
- Bengkulu
- Lampung
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Barat
- Papua Pegunungan
- Papua
- Sumatera Utara
- Papua Tengah
Dari daftar tersebut, Sumatera Utara dan Papua Tengah mendapat perhatian lebih karena berada pada kategori Siaga hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah lainnya berada dalam kategori Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
Jawa Timur Waspada Angin Kencang
Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang pada 23 September.
Lima provinsi yang masuk daftar tersebut adalah Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Artinya, Jawa Timur tidak termasuk dalam daftar 16 provinsi yang diperingatkan berpotensi hujan, tetapi masyarakat tetap perlu memperhatikan potensi angin kencang.
MJO dan Gelombang Rossby Picu Hujan Lokal
BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer global masih cenderung menekan pembentukan awan hujan. Namun, beberapa fenomena atmosfer regional dapat meningkatkan aktivitas konvektif dalam waktu tertentu.
Pada 22–23 September, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi sebagian besar Sumatera. Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di sebagian besar Kalimantan dan perairan sekitarnya.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah. Pengaruh lokal juga membuat hujan tetap dapat terjadi meskipun sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam periode kemarau.
Sumber: harian disway dan sumber lainnya


