Eco Office Kabupaten Malang Diperluas ke Semua OPD, Ada Target 5.000 Langkah bagi ASN
BUPATI MALANG HM Sanusi meninjau dan meresmikan eco office Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang. Ia menekankan birokrasi hijau dan bakal mewajibkannya di seluruh OPD.--PDIP Jatim--
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Pemerintah Kabupaten Malang mulai mengubah pola kerja aparatur melalui Eco Office Kabupaten Malang. Program yang diterapkan di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tersebut disiapkan sebagai model sebelum diperluas ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga kantor kecamatan.
Bupati Malang HM Sanusi meresmikan sekaligus meninjau penerapan Eco Office di kantor DLH Kabupaten Malang pada Senin (31/8/2026). Ia menegaskan, konsep tersebut bukan sekadar membuat lingkungan kantor terlihat hijau, tetapi harus mendorong perubahan perilaku aparatur.
Eco Office Kabupaten Malang Jadi Percontohan
Sanusi menyatakan penerapan birokrasi hijau akan dilakukan secara bertahap. Kepala dinas, kepala badan dan camat akan didorong menjadi bagian awal dari perubahan budaya kerja sebelum konsep tersebut diterapkan lebih luas.
"Perubahan perilaku itu yang paling penting. Kepala daerah dan seluruh aparatur pada dasarnya adalah pelayan masyarakat. Karena itu, kemandirian, efisiensi, dan budaya menjaga lingkungan harus dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri," ujar Sanusi.
Menurut dia, aparatur sipil negara (ASN) memiliki posisi strategis untuk memberikan contoh perilaku ramah lingkungan kepada masyarakat. Karena itu, kebiasaan hemat energi, mengurangi sampah dan menggunakan sumber daya secara efisien harus menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari.
Kantor DLH Kabupaten Malang kini difungsikan sebagai living lab atau laboratorium hidup. Konsep ini memungkinkan masyarakat, pelajar, mahasiswa maupun kelompok lain melihat langsung berbagai sistem pengelolaan lingkungan yang diterapkan dalam aktivitas perkantoran.
Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman menjelaskan, Eco Office dikembangkan tidak hanya sebagai tempat bekerja. Kantor tersebut juga menjadi media pembelajaran untuk menunjukkan bahwa teknologi dan kebiasaan ramah lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah kelompok pendidikan bahkan telah datang untuk mempelajari penerapan konsep tersebut. Di antaranya siswa MTsN 3 Lawang, SDN Pakisaji 1 dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan penelitian.
Panel Surya hingga Pengolahan Sampah
Berbagai inovasi diterapkan dalam Eco Office Kabupaten Malang. Fasilitas tersebut antara lain panel surya atau solar cell, sistem penampungan air hujan, smart irrigation berbasis Internet of Things (IoT), pengolahan sampah organik menjadi biogas, komposting serta pemilahan sampah yang terhubung dengan bank sampah.
Penggunaan energi dan aktivitas lingkungan di kantor juga dipantau untuk mengetahui dampaknya, termasuk pengurangan emisi. Dukungan terhadap pengembangan fasilitas tersebut berasal dari berbagai pihak. Dzulfikar menyebut hampir 80 persen upaya di kantornya mendapat dukungan multisektor.
Konsep ramah lingkungan juga diterapkan dalam administrasi. DLH mendorong sistem paperless, termasuk penggunaan disposisi melalui WhatsApp dan tanda tangan digital. Penggunaan botol plastik sekali pakai ditekan dengan penyediaan tumbler serta gelas yang dapat digunakan kembali.
Untuk mengurangi emisi dari mobilitas pegawai, diterapkan pula carpooling bagi mereka yang memiliki rute perjalanan berdekatan. Pegawai yang tinggal relatif dekat dengan kantor didorong menggunakan sepeda atau berjalan kaki.
ASN Ditargetkan Jalan 5.000 Langkah
Salah satu bagian yang menarik dari program tersebut adalah perubahan kebiasaan pegawai. Setiap individu di lingkungan DLH ditargetkan mencapai sedikitnya 5.000 langkah per hari. Capaian tersebut akan dievaluasi secara berkala dan pegawai dengan capaian tertinggi mendapat penghargaan.
Setiap Jumat, pegawai juga melakukan plogging, yakni berjalan sambil memungut sampah di sekitar kantor. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang sebagai bagian dari evaluasi kegiatan.
Sumber: harian.disway.id dan sumber lain

