9 Manfaat Daun Kelor bagi Tubuh, Kaya Nutrisi hingga Bantu Jaga Gula Darah
7 fakta daun kelor (moringa) yang baik untuk kesehatan--Pexels--
MALANG, DISWAYMALANG-- Daun kelor bukan sekadar tanaman yang kerap hadir dalam menu sayur rumahan. Tanaman bernama ilmiah Moringa oleifera ini memiliki profil nutrisi yang membuatnya banyak diteliti sebagai salah satu pangan padat gizi.
Bagian daunnya mengandung sejumlah vitamin, mineral, protein, serat, serta senyawa bioaktif. Kelor juga telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan dalam pengobatan tradisional di berbagai wilayah Asia dan Afrika.
Popularitas kelor sebagai superfood tidak berarti tanaman ini dapat menggantikan obat atau terapi medis. Sejumlah penelitian menunjukkan potensi manfaatnya, tetapi bukti pada manusia untuk beberapa klaim kesehatan masih terbatas. Karena itu, kelor sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Lantas, apa saja manfaat daun kelor yang didukung kandungan nutrisinya?
1. Menambah Asupan Vitamin dan Mineral
Daun kelor mengandung berbagai zat gizi, antara lain provitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, kalium, dan magnesium.
Kandungan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien tubuh apabila kelor dikonsumsi sebagai bagian dari menu harian.
Namun, jumlah zat gizi yang diperoleh sangat bergantung pada bentuk dan jumlah kelor yang dikonsumsi. Daun segar dan bubuk kelor juga memiliki konsentrasi nutrisi yang berbeda.
2. Kaya Senyawa Antioksidan
Kelor mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol. Beberapa di antaranya termasuk quercetin dan asam klorogenat.
Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang dapat membantu melindungi sel dari stres oksidatif.
Meski demikian, istilah antioksidan tidak otomatis berarti kelor dapat mencegah atau menyembuhkan penyakit tertentu. Pola makan secara keseluruhan tetap jauh lebih menentukan.
3. Berpotensi Membantu Mengontrol Gula Darah
Sejumlah penelitian menunjukkan ekstrak atau konsumsi kelor berpotensi memengaruhi kadar glukosa darah. Kandungan senyawa bioaktifnya diduga berkaitan dengan metabolisme glukosa dan sensitivitas insulin.
Namun, bukti klinis pada manusia belum cukup kuat untuk menjadikan daun kelor sebagai terapi diabetes.
Penderita diabetes yang menggunakan obat penurun gula darah sebaiknya tidak mengganti pengobatan dengan kelor tanpa berkonsultasi dengan tenaga medis.
4. Mendukung Kesehatan Jantung
Kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam kelor membuat tanaman ini menarik untuk diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan kardiovaskular.
Sumber: harian.disway.id dan sumber lain

