Dekan Vokasi UB Teken Kerja Sama Indonesia–Tiongkok di UGM, Perkuat Pendidikan AI
Dekan Fakultas Vokasi UB Wakili FPTVI Tandatangani Kerja Sama Indonesia–Tiongkok di UGM--hukum ub ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID—Dekan Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) Mukhammad Kholid Mawardi mewakili Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI), menandatangani kerja sama internasional dengan Liuzhou Polytechnic University, Tiongkok.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam agenda “Agreement Signing on China–Indonesia Artificial Intelligence Vocational Education Cooperation” yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Senin (27/4/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi, khususnya di bidang kecerdasan artifisial (AI), yang kini semakin dibutuhkan dalam dunia industri global.
BACA JUGA:Peserta UTBK Asal Thailand Ikuti Ujian di UB, Dapat Layanan Setara
Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan standar industri AI global, riset terapan berbasis solusi teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi, hingga program mobilitas akademik berupa pertukaran mahasiswa dan dosen antarnegara.
BACA JUGA:Gandeng Pemkab Malang, FPIK UB Bakal Terjunkan 850 Mahasiswa KKN-T Bahari 2026 ke Desa-Desa
Partisipasi Fakultas Vokasi UB melalui FPTVI dinilai sebagai upaya konkret dalam memperluas jejaring internasional sekaligus mendorong transformasi pendidikan vokasi agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Partisipasi Fakultas Vokasi UB melalui FPTVI merupakan penegasan komitmen kami dalam memperluas jejaring internasional. Kami ingin memastikan pendidikan vokasi di Indonesia tetap adaptif dan kompetitif di tengah perkembangan teknologi global, khususnya AI,” ujar Mukhammad Kholid Mawardi dikutip dari laman resmi FH UB.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Vokasi UB juga memperkuat posisinya dalam diplomasi akademik internasional serta menunjukkan kesiapan dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri di era kecerdasan artifisial.
BACA JUGA:UB Masuk THE Asia Rankings 2026, Tempati Cluster 601–800 Asia
Ke depan, sinergi antara institusi pendidikan Indonesia dan Tiongkok ini diharapkan mampu melahirkan inovasi baru serta meningkatkan daya saing lulusan vokasi Indonesia di tingkat global.
Sumber: hukum.ub.ac.id




