1 tahun disway

Mahasiswa Unjuk Karya, Stan Teknik Elektro Semarakkan Polinema Expo 2026

Mahasiswa Unjuk Karya, Stan Teknik Elektro Semarakkan Polinema Expo 2026

stan jurusan tektink elektro--

MALANG, DISWAYMALANG–Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang (Polinema) menampilkan karnya inovatif pada ajang tahunan Polinema International Education Expo yang berlangsung pada 1–2 April 2026, di Gedung Graha Polinema. Yaitu Solar Powered AC Water Pump 300W dan sistem deteksi K3 berbasis kamera dan kecerdasan buatan.

Alat pertama, Solar Powered AC Water Pump 300W, merupakan sistem pompa air berbasis tenaga surya yang dirancang untuk membantu kebutuhan irigasi. Khususnya di daerah terpencil yang belum terjangkau listrik PLN.

Sistem ini memanfaatkan panel surya untuk menghasilkan energi listrik yang kemudian digunakan untuk mengoperasikan pompa air AC. Selain ramah lingkungan, alat ini juga menawarkan solusi hemat biaya dan minim perawatan dibandingkan pompa berbahan bakar diesel.

BACA JUGA:Hadirkan Dahlan Iskan, Polinema Gelar International Education Expo 2026 untuk Jaring Siswa SMA/SMK


Alat pompa air berbasis panel surya--

”Alat ini dibuat 16 orang tahun lalu dan kemungkinan tahun ini atau tahun depan akan dibuat lagi dengan menambahkan fitur agar bisa dikendalikan jarak jauh melalui smartphone. Dan, panel suryanya bisa ngikutin arah sinar matahari,” jelas Afif Athaullah, salah satu mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Listrik, Angkatan 2023, kepada Disway Malang, Kamis (2/4/2026).

Dengan kapasitas output 300 watt, alat ini dilengkapi panel surya 400 WP, baterai LiFePO4 50 Ah, serta mampu menghasilkan output AC 220 volt. Berdasarkan hasil uji lapangan, pompa ini mampu mengalirkan air dengan debit hingga 28,5 liter per menit pada ketinggian 2 meter, menjadikannya solusi praktis untuk kebutuhan pertanian, terutama bagi petani di wilayah yang sulit akses listrik.

Sementara itu, alat kedua berupa sistem deteksi K3 berbasis kamera dan kecerdasan buatan. Alat ini dirancang untuk meningkatkan keselamatan kerja dengan memastikan setiap pekerja telah menggunakan atribut keselamatan sebelum memasuki area kerja.

Inovasi ini hadir sebagai solusi atas masih tingginya kasus kecelakaan kerja yang sering kali disebabkan oleh kelalaian penggunaan alat pelindung diri (APD).

BACA JUGA:UM Bongkar Rahasia Kemajuan Tiongkok: Mahasiswa Didorong Melek Strategi Global


alat deteksi k3--

Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan kamera yang terpasang pada sebuah perangkat berbentuk kotak. Kamera tersebut akan mendeteksi apakah pekerja telah menggunakan perlengkapan wajib, seperti rompi keselamatan dan atribut pelindung lainnya.

"Proses ini dilakukan secara otomatis menggunakan teknologi pengolahan citra yang terhubung dengan laptop sebagai pusat pemrosesan data secara real-time," terang Afif Athaullah.

Jika pekerja telah memenuhi standar penggunaan atribut K3, sistem akan mengaktifkan mekanisme pengunci berupa solenoid yang secara otomatis membuka akses masuk. Sebaliknya, jika atribut belum lengkap, akses tidak akan diberikan. Dengan mekanisme ini, potensi kelalaian dapat ditekan sejak awal sebelum pekerja memasuki area berisiko.

Sumber:

Berita Terkait