1 tahun disway

Transformasi Pasca-Lebaran: Nurochman-Heli Tekankan Visi

Transformasi Pasca-Lebaran: Nurochman-Heli Tekankan Visi

Wali Kota dam Wakil, saat bersilaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kecamatan Bumiaji-Ist-

BUMIAJI, DISWAYMALANG.ID–Mengawali lembaran baru pasca-Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota Batu tancap gas untuk memastikan roda pelayanan publik bergerak lebih adaptif. Dalam suasana yang masih hangat dengan semangat kemenangan, Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto menggelar Rapat Koordinasi Lintassektoral sekaligus Halalbihalal di Hotel Purnama, Kamis (26/3). ​

Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi pasangan pimpinan Kota Batu tersebut untuk menyuntikkan kembali nilai-nilai pengabdian ke dalam birokrasi, khususnya bagi wilayah Kecamatan Bumiaji yang merupakan benteng ekologi kota.

BACA JUGA:Lebih dari 50% Mahasiswa Mudik, Volume Sampah di Malang Susut Ratusan Ton

Dalam arahannya, Wali Kota Nurochman memberikan sorotan tajam pada kelestarian lingkungan. Bumiaji, yang dikenal sebagai pemasok air utama bagi wilayah sekitarnya, menjadi fokus utama dalam implementasi visi "Batu SAE".

​Wali Kota juga menginstruksikan para kepala desa untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjaga kearifan lokal yang melindungi sumber mata air.

BACA JUGA:Sempat Muncul 17 Kasus, Dinkes Pastikan Campak di Kota Malang Kini Terkendali

Menghadapi disrupsi teknologi, ia mengingatkan para pemangku kepentingan untuk menjadi filter bagi generasi muda agar kemajuan digital tidak menggerus moralitas dan nilai sosial masyarakat.

​"Semangat Ramadan jangan berhenti di perayaan. Kita harus mengonversinya menjadi aksi nyata. Pemerintah harus hadir, terasa manfaatnya, dan cepat dalam merespons setiap aduan masyarakat," tegas Nurochman di hadapan pimpinan instansi dan tokoh masyarakat.​

BACA JUGA:Awet 5 Tahunan! 12 HP Harga Rp1 Jutaan hingga Flagship, Spek Mumpuni di Kelasnya

Wakil Wali Kota Heli Suyanto turut memberikan penekanan pada aspek koordinasi. Mengingat kondisi topografi Bumiaji yang rawan bencana dan memiliki dinamika sosial yang unik, sinkronisasi antarlembaga menjadi harga mati.​

Acara yang dihadiri oleh seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Bumiaji ini ditutup dengan sesi diskusi intensif. Tujuannya jelas: sinkronisasi total. Program kerja di tingkat kecamatan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, namun harus berkelindan (tidak dapat dipisahkan satu sama lain) dengan kebijakan strategis Pemerintah Kota Batu. ​

BACA JUGA:Indonesia Siap-Siap, Ini Daftar Negara Umumkan Darurat Energi Imbas Perang Iran-AS

Dengan langkah ini, duet Nurochman-Heli berharap masa transisi pasca-libur panjang menjadi titik tolak bagi peningkatan indeks kepuasan masyarakat melalui pembangunan yang tidak hanya modern, tapi juga tetap berpijak pada kelestarian alam.

Sumber: