1 tahun disway

Sempat Muncul 17 Kasus, Dinkes Pastikan Campak di Kota Malang Kini Terkendali

Sempat Muncul 17 Kasus, Dinkes Pastikan Campak di Kota Malang Kini Terkendali

--

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan penyebaran penyakit campak di wilayahnya saat ini dalam kondisi terkendali, meski sebelumnya sempat ditemukan sejumlah kasus.

Berdasarkan data Dinkes, tercatat 17 kasus campak terjadi sepanjang tahun 2025 yang dilaporkan hingga awal 2026. Kasus tersebut tersebar di beberapa wilayah, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Kedungkandang.

BACA JUGA:Awet 5 Tahunan! 12 HP Harga Rp1 Jutaan hingga Flagship, Spek Mumpuni di Kelasnya

Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif menyebutkan dari total temuan tersebut, sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak usia sekolah, terutama pada kelompok usia 5 hingga 11 tahun. Faktor utama penyebabnya adalah belum lengkapnya imunisasi dasar pada anak.

"Untuk menekan penyebaran, Dinkes Kota Malang segera mengambil langkah cepat melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi kejar yang digelar secara massal di wilayah terdampak", ungkapnya, Kamis (26/3).

Program tersebut menyasar puluhan ribu anak usia 9 bulan hingga di bawah 13 tahun, tanpa melihat status imunisasi sebelumnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membentuk kekebalan kelompok sekaligus memutus rantai penularan campak.

Dinkes juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari puskesmas, sekolah, hingga lintas sektor dalam pelaksanaan imunisasi massal tersebut.

BACA JUGA:Lineup Makin Panas! The Jeblogs feat Lealona Jadi Guest Star ke-4 Rasvara Fest 2026

Hasilnya, penyebaran campak di Kota Malang kini berhasil dikendalikan. Tidak ada lonjakan signifikan kasus baru setelah pelaksanaan imunisasi dilakukan secara intensif.

Selain imunisasi, Dinkes juga terus mengedukasi masyarakat terkait gejala campak yang umumnya diawali dengan demam dan munculnya ruam kemerahan yang menyebar dari belakang telinga ke seluruh tubuh.

Masyarakat diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut, guna mencegah komplikasi yang lebih serius.

BACA JUGA:Benarkah Pemerintah Blokir Wikipedia? Ini Fakta Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Dinkes menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian campak tidak lepas dari peran aktif masyarakat, terutama dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap.

Dengan kondisi yang kini terkendali, Dinkes tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta menjaga cakupan imunisasi agar kasus serupa tidak kembali meningkat di kemudian hari. 

Sumber: