9 Istilah yang Perlu Diketahui dalam AI, mulai LLM, Algoritma, hingga Guardrails
Robot dengan kecerdasan buatan yang dilibatkan menyambut pada tamu peserta KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin, 1 September 2025.-Doan Widhiandono---
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dengan cepat mengubah berbagai sektor industri, dunia kerja, hingga kehidupan digital sehari-hari.
Di tengah intensitas perbincangan global, berbagai istilah teknis AI kerap muncul di ruang publik. Namun, tidak semua orang memahami maknanya secara sederhana.
AI sendiri juga perlu dipahami sebelum mengenal istilah lainnya. AI merujuk pada kemampuan mesin untuk mensimulasikan kecerdasan manusia. Sistem AI dirancang untuk melakukan berbagai tugas.
Bahkan tugas yang biasanya membutuhkan kemampuan manusia. Seperti memahami bahasa, mengenali gambar, membuat keputusan, memecahkan masalah, hingga menciptakan konten berupa teks, musik, maupun video.

Tugas administrasi berulang seperti data entry makin mudah digantikan sistem otomatis berbasis kecerdasan buatan. --iStock--
Berbeda dengan perangkat lunak konvensional. Itu diprogram langkah demi langkah. Sedangkan AI dilatih menggunakan data dalam jumlah besar.
Dari data tersebut, sistem belajar mengenali pola, membuat prediksi, dan terus meningkatkan kemampuannya seiring waktu.
Berikut 9 itilah terkait AI:
1. Large Language Model (LLM)
Large Language Model atau LLM adalah model AI yang dilatih menggunakan kumpulan teks dalam jumlah sangat besar. Mulai buku, artikel, hingga situs web. Tujuannya untuk memahami dan menghasilkan bahasa manusia secara alami.
LLM menjadi otak di balik chatbot, asisten penulisan, alat bantu coding, hingga ringkasan pencarian. Model itu bekerja dengan memprediksi kata berikutnya dalam sebuah rangkaian kalimat. Itu didapat berdasarkan pola yang telah dipelajari.
Beberapa contoh LLM populer antara lain Grok, GPT-4o, Claude 4, Gemini 2.5, Llama 4, dan DeepSeek-R1.
2. Generative AI
Generative AI adalah sistem AI yang mampu menciptakan konten baru berdasarkan perintah. Atau prompt yang diberikan pengguna.
Konten tersebut dapat berupa teks, gambar, video, musik, suara sintetis. Bahkan hingga kode pemrograman.
Teknologi itu dimanfaatkan untuk merangkum laporan, menulis artikel, membuat desain logo, menghasilkan konten media sosial, menyusun presentasi, hingga mensimulasikan layanan pelanggan.
3. Use Case
Sumber: harian.disway.id
