Gunung Panderman dan Bokong Ditutup selama Ramadan
Pintu pendakian dari Dusen Tuyomerto (ilustrasi)-Ist-
PESANGGRAHAN, DISWAYMALANG.ID--Selama Ramadan para pecinta alam dan pendaki, tidak bisa melaksanakan hobinya di Gunung Panderman dan Gunung Bokong. Hal tersebut disebabkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan pengelolah menghentikan kediatan sebagai upaya pengistirahatan alam dari rutinitas manusia. Sehingga alam biasa kembali seperti sedia kala. Selain istirahat, juga menghormati bulan Ramadan.
BACA JUGA:Abaikan Fabio Quartararo, Ducati Ikat Pedro Acosta untuk MotoGP 2027
Langkah penutupan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan pengelola setiap memasuki bulan suci Ramadan. Sehari sebelum penutupan atau pada 15 Februari, pengelola sempat memberlakukan sistem pendakian "tektok" atau perjalanan pulang-pergi tanpa bermalam.
"Alasan utama penutupan ini tentu untuk menghormati bulan suci Ramadan. Namun di sisi lain, kami juga ingin memberikan ruang agar ekosistem hutan bisa beristirahat tanpa adanya gangguan aktivitas manusia," ujar Ketua LMDH Wana Tani Ahmad Syarifudin.
BACA JUGA:Segera Klaim Skin hingga Diamond! 28 Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini 18 Februari 2026
Diungkapkannya, alam juga perlu istirahat, selain itu perbaikan rute demi keselamatan para pendaki ini penting. "Selama setahun dilintasi kadang-kadang alam seperti pobon juga ada yang rusak, jalan juga ada yang licin, maka hal seperti ini kami benahi agar menjadi aman dan nyaman," terang Syaifudin.
BACA JUGA:Penting bagi Penyintas Diabet, Cara Aman Jaga Gula Darah saat Berbuka Puasa
Upaya reboisasi juga dilaksanakan pada liburan yang kemungkinan satu bulan penuh ini. "Kami juga akan melaksanakan agenda penanaman pohon di beberapa titik kawasan pendakian," tutur Syaifudin
Sebelumnya, jalur Panderman dan Gunung Bokong sempat dibuka kembali pada akhir Januari lalu setelah diterjang cuaca ekstrem. Namun, berbeda dengan dua gunung tersebut, jalur pendakian Gunung Butak hingga saat ini masih dinyatakan tertutup total sejak akhir tahun lalu.
Kondisi cuaca yang masih ekstrem di wilayah Kota Batu menjadi alasan utama mengapa Gunung Butak belum kunjung dibuka.
Dengan adanya penutupan sementara ini, kondisi hutan akan kembali prima dan siap menyambut pendaki dengan wajah yang lebih asri, nyaman, dan aman.
Sumber:
