Ingin Buka Bisnis Open Pre-Order Kue Kecil-Kecilan? Perhitungkan Ini Dulu!
Ilustrasi Usaha Pre Order-pinterest - pngtree-
MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Bisnis open pre-order (PO) kue dan dessert kini menjamur di kalangan mahasiswa. Sistem ini memungkinkan penjual hanya memproduksi sesuai pesanan, sehingga lebih hemat bahan, waktu, dan tenaga namun tetap bisa memberikan penghasilan tambahan.
BACA JUGA:9 Ide Bisnis Digital untuk Mahasiswa di Tahun 2025, Peluang yang Mudah dan Menguntungkan
Namun, banyak bisnis seperti ini yang tumbang hanya dalam dua bulan, bukan karena rasa kue yang tidak enak, tapi karena manajemen dasar yang tidak diperhitungkan sejak awal. Tanpa perhitungan biaya dan strategi yang matang, bisnis kecil-kecilan pun bisa jadi beban.
Sebelum ikut tren membuka PO, ada sembilan hal penting yang harus diperhitungkan. Semua bisa dimulai dari dapur kosan, asal dilakukan dengan kalkulasi yang realistis dan perencanaan yang matang.
1. Hitung Biaya Bahan Baku Secara Rinci per Produk
Misalnya ingin jualan banana cake mini. Hitung detail bahan untuk satu loyang: 4 buah pisang ambon (Rp6.000), 2 butir telur (Rp3.000), 100 gram tepung terigu (Rp1.500), 50 gram gula pasir (Rp1.000), dan 50 ml minyak sayur (Rp1.200). Tambahkan juga harga cup alumunium foil (Rp500) dan stiker label (Rp200).
BACA JUGA:Akhir Pekan Berisi, Yuk Coba Bekreasi dengan Aneka Dessert yang Mudah Dibuat
Dengan perhitungan rinci seperti ini, bisa ditentukan harga jual yang masuk akal sekaligus tetap untung. Jangan lupa untuk menyisihkan biaya tidak langsung seperti gas dan sabun cuci peralatan.
2. Tentukan Jumlah Minimum Pesanan agar Tidak Rugi
Jika membuat satu adonan banana cake hasilnya 8 cup, dan semua bahan hanya efisien digunakan saat membuat adonan penuh, maka minimal PO sebaiknya 8 cup. Kalau hanya ada 4 pesanan, sisanya bisa mubazir atau malah rugi karena bahan sisa tidak bisa disimpan lama.
Dengan sistem seperti ini, pembeli juga jadi tahu batasan minimal pesanan, dan penjual tidak perlu bolak-balik ke dapur hanya untuk satu-dua cup. Ini membantu efisiensi waktu dan bahan.
3. Pilih Produk yang Mudah Dibuat dan Tidak Cepat Basi
Semisal mau menjual brownies kukus, banana cake, atau dessert box oreo. Semua bisa dibuat tanpa oven, cukup dengan panci kukusan. Selain itu, kue jenis ini tahan disimpan minimal 2 hari dalam suhu ruang. Bandingkan dengan macarons atau kue keju dingin yang harus masuk kulkas dan hanya tahan beberapa jam.
Dengan produk yang tahan lama dan tidak memerlukan alat khusus, risiko kerugian akibat produk basi bisa ditekan. Cocok untuk mahasiswa yang belum punya kulkas besar atau freezer sendiri.
Sumber: quora
