Agar Semua Kebagian! Trik Membagi dan Mengatur THR untuk Keponakan, Anak, dan Keluarga

Agar Semua Kebagian! Trik Membagi dan Mengatur THR untuk Keponakan, Anak, dan Keluarga

-pinterest-

Banyak orang lebih suka menerima uang dalam pecahan kecil. Selain lebih mudah digunakan, uang dengan nominal lebih kecil juga terasa ‘lebih banyak’ secara psikologis. Daripada memberi Rp100.000 dalam satu lembar uang, lebih baik berikan dalam bentuk dua lembar Rp50.000 atau lima lembar Rp20.000.

Selain itu, menggunakan pecahan kecil juga bisa membantu mengontrol pengeluaran. Dengan cara ini, kita bisa membagikan THR ke lebih banyak orang tanpa terlihat terlalu kecil jumlahnya. Keponakan pun akan lebih senang karena merasa mendapat lebih banyak uang, meskipun totalnya sama saja.

6. Siapkan ‘THR Cadangan’ untuk yang Tiba-Tiba Datang

Lebaran sering kali menghadirkan kejutan, termasuk tamu yang tak terduga. Tiba-tiba ada saudara jauh yang datang berkunjung, atau anak tetangga yang ikut antre setelah melihat yang lain mendapat THR. Agar tidak canggung, siapkan beberapa amplop ‘darurat’ dengan nominal kecil.

Amplop cadangan ini bisa berisi uang Rp10.000 hingga Rp50.000, cukup sebagai tanda kasih tanpa membebani anggaran utama. Dengan begini, kita tetap bisa berbagi tanpa merasa harus mengeluarkan uang lebih dari yang direncanakan

7. Beri dalam Bentuk Lain Selain Uang

THR tak selalu harus dalam bentuk uang tunai. Ada banyak alternatif lain yang tak kalah menarik, seperti voucher belanja, buku bacaan, atau hampers kecil berisi camilan dan barang bermanfaat.

Misalnya, untuk keponakan yang hobi membaca, memberikan buku bisa menjadi pilihan yang lebih berkesan. Sementara untuk anak kecil, mainan edukatif bisa jadi opsi menarik. Cara ini tidak hanya membuat THR lebih bermanfaat, tetapi juga mengurangi tekanan finansial yang sering muncul akibat ekspektasi pembagian uang tunai.

8. Ajari Anak Mengelola THR dengan Bijak

Bagi anak-anak, THR sering kali hanya dianggap sebagai uang jajan tambahan yang bisa langsung dihabiskan. Namun, ini bisa menjadi momen yang tepat untuk mengajarkan mereka tentang manajemen keuangan sejak dini.

Dorong mereka untuk membagi uang THR ke dalam tiga kategori: tabungan, belanja, dan sedekah. Misalnya, 5 persen untuk ditabung, 30 persen untuk keperluan pribadi, dan 20 persen untuk berbagi dengan yang lebih membutuhkan. Dengan cara ini, anak-anak tidak hanya belajar menghargai uang, tetapi juga memahami pentingnya berbagi dan menabung untuk masa depan.

9. Ingat, THR Itu Simbol, Bukan Kewajiban

Sering kali, ada tekanan sosial untuk membagikan THR dalam jumlah besar. Padahal, esensi Lebaran bukan terletak pada nominal yang diberikan, melainkan kebersamaan dan kehangatan yang tercipta dalam keluarga.

Jika kondisi keuangan tidak memungkinkan, tak perlu memaksakan diri. Ucapan selamat Lebaran, doa yang tulus, dan kehadiran yang hangat jauh lebih berharga dibandingkan selembar uang dalam amplop. THR hanyalah tradisi, bukan keharusan. Yang terpenting adalah tetap menjaga silaturahmi dengan hati yang ikhlas dan penuh kebahagiaan.

 

Membagi THR memang bisa menjadi tantangan tersendiri, tetapi dengan perencanaan yang matang, semua bisa berjalan lancar.

Dengan membatasi anggaran, menentukan prioritas penerima, dan mencari alternatif selain uang tunai, kita bisa tetap berbagi tanpa harus khawatir keuangan terkuras habis.

Jadi, sudah siap membagikan THR dengan strategi yang lebih cerdas? 

Sumber: populix