30 Maret Hari Bipolar Sedunia: Bipolar Masalah Kesehatan Mental, Apakah Cukup Diobati dengan "Iman"?

-Vecteezy-
Di beberapa negara, Hari Bipolar Sedunia, seperti di Finlandia, digunakan untuk mengedukasi masyarakat melalui seminar, kampanye media sosial, dan sesi diskusi dengan ahli. Di Indonesia, kampanye kesadaran masih perlu ditingkatkan agar lebih banyak orang memahami bahwa bipolar bukan sekadar "kurang bersyukur" melainkan kondisi medis yang membutuhkan perhatian serius.
9. Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Sebagai individu, kita bisa mulai dengan membuka pikiran dan tidak langsung menghakimi seseorang yang mengalami gangguan bipolar. Mengedukasi diri sendiri, mendukung teman atau keluarga yang berjuang dengan kondisi ini, dan menyebarkan informasi yang benar adalah langkah kecil yang bisa berdampak besar dalam mengurangi stigma.
Hari Bipolar Sedunia bukan hanya momen refleksi bagi para penderita, tetapi juga bagi kita semua untuk meningkatkan kesadaran dan empati.
Menghilangkan stigma bukan hanya tugas tenaga medis, tetapi juga masyarakat luas.
Seperti kata Eleanor Longden, seorang advokat kesehatan mental: "The problem is not that we hear voices. The problem is that no one wants to listen."
Sumber: international journal of social psychiatry