Survival Guide: Bertahan dari Sepupu Kecil yang Minta Ditemani Main Game Terus!

--
Sesi ini juga bisa dibuat lebih seru dengan tema tertentu, misalnya “Dunia Minecraft.” Dengan cara ini, mereka tetap excited tapi tak sampai ketagihan berlebihan. Setelah sesi selesai, kita bisa dengan mudah mengalihkan mereka ke aktivitas lain.
6. Selingi dengan Obrolan dan Interaksi Nyata
Lebaran bukan cuma tentang main game, tapi juga tentang menjalin silaturahmi. Jangan biarkan interaksi dengan keluarga cuma sebatas layar HP atau TV. Selingi sesi main game dengan ngobrol santai. “Gimana sekolahnya?” atau “Udah dapat berapa THR?” bisa jadi topik ringan yang bikin mereka tetap merasa diperhatikan.
Kadang, bocil cuma ingin perhatian, bukan sekadar game. Kalau kita bisa mengobrol dan bermain dengan mereka sekaligus, hubungan jadi lebih akrab tanpa harus mengorbankan waktu Lebaran untuk gaming terus-menerus.
7. Gunakan Game yang Bisa Dimainkan di HP Mereka
Kalau bocil punya HP sendiri, ajari mereka game yang bisa dimainkan di perangkat mereka sendiri. “Coba download ini deh, seru banget!” Dengan begitu, mereka tetap bisa menikmati permainan tanpa harus terus-terusan meminjam HP atau konsol kita.
Trik ini juga efektif kalau mereka mulai terlalu intens minta main. Dengan memiliki game mereka sendiri, mereka bisa belajar dan mengeksplorasi tanpa harus selalu bergantung pada kita. Win-win solution!
8. Beri Mereka Kesempatan untuk Menang
Jangan terlalu serius kalau main bareng bocil. Kalau kita selalu menang telak, mereka bisa kehilangan motivasi atau malah ngambek. Sesekali, biarkan mereka menang agar tetap semangat dan merasa punya pencapaian.
Tapi ingat, jangan berlebihan. Kalau mereka curiga kita sengaja mengalah, bisa-bisa mereka malah tersinggung. “Kakak sengaja, ya?” Jadi, atur strategi dengan baik—buat kemenangan mereka terasa natural dan tetap menyenangkan.
9. Akhiri dengan Aktivitas Lain
Setelah sesi main game selesai, arahkan mereka ke kegiatan lain. Bisa dengan bermain kartu, menggambar, atau sekadar jalan-jalan ke luar rumah. “Udah sore nih, ayo bantu di dapur!” adalah trik klasik yang cukup efektif untuk mengalihkan perhatian mereka.
Dengan mengombinasikan game dengan aktivitas lain, kita bisa menjaga keseimbangan antara hiburan digital dan interaksi sosial di dunia nyata. Jadi, mereka tetap bahagia, dan kita tetap bisa menikmati momen Lebaran dengan tenang.
Gaming Boleh, Tapi Lebaran Tetap Nomor Satu
Sepupu kecil memang menggemaskan, tapi juga bisa jadi tantangan kalau kita tidak siap. Dengan strategi yang tepat, kita bisa menikmati Lebaran tanpa harus terjebak jadi mentor gaming full-time.
Kuncinya adalah membatasi waktu, memilih game yang tepat, dan tetap menjaga suasana akrab dengan interaksi nyata.
Lebaran adalah tentang silaturahmi, bukan sekadar kompetisi game.
Jadi, tetap santai, tetap asyik, dan yang terpenting—tetap jaga kebersamaan!
Sumber: quora