Ingin Membantu Masak Hidangan Lebaran? Ini 9 Jurus Bertahan di Dapur Tanpa Bikin Gaduh!

Ingin Membantu Masak Hidangan Lebaran? Ini 9 Jurus Bertahan di Dapur Tanpa Bikin Gaduh!

--

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Lebaran bukan cuma soal kumpul keluarga dan makan enak. Sebelum makanan tersaji di meja, ada perjuangan panjang di dapur yang sering jadi medan tempur.

Bagi yang jarang turun tangan, membantu di dapur saat Lebaran bisa jadi tantangan besar. Salah gerakan, bisa langsung dikritik!

Tapi tenang, bukan berarti tidak bisa ikut bantu tanpa bikin suasana makin chaos. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa jadi anggota dapur yang diandalkan tanpa harus jadi sasaran omelan. Ini dia 9 jurus bertahan di dapur saat Lebaran!

1. Datang dengan Inisiatif, Bukan Disuruh

Jangan tunggu dipanggil baru datang ke dapur. Inisiatif membantu sejak awal akan membuatmu terlihat lebih niat, bukan sekadar formalitas. Tanyakan langsung,“Apa yang bisa aku bantu?” dengan ekspresi penuh kesungguhan. Ini akan menghindarkanmu dari tugas-tugas berat yang sering dikasih ke orang yang datang belakangan.

Tunjukkan keseriusan dengan langsung mengambil peran yang jelas. Kalau ada yang sudah sibuk memotong bahan, cari tugas lain seperti mencuci bahan makanan atau menyiapkan alat-alat masak. Semakin cepat kamu terlihat sibuk, semakin kecil kemungkinan dikasih tugas berat seperti ngulek sambal dalam jumlah besar.

2. Pastikan Ruang Gerak Nyaman dan Aman

Dapur saat Lebaran biasanya lebih ramai dari biasanya. Banyak orang mondar-mandir, kompor nyala di mana-mana, dan meja penuh bahan makanan. Sebelum mulai bekerja, pastikan kamu punya ruang gerak yang cukup agar tidak mengganggu yang lain atau malah bikin kecelakaan.

Kalau dapur sudah terlalu penuh, jangan memaksakan diri untuk masuk dan malah bikin sumpek. Lebih baik cari posisi yang strategis, misalnya di dekat wastafel untuk mencuci bahan makanan atau di meja terpisah untuk memotong-motong bahan. Dengan begitu, kamu tetap bisa membantu tanpa bikin suasana dapur makin sesak.

3. Pilih Tugas yang Sesuai Kemampuan

Jangan maksa ambil pekerjaan yang kamu tidak yakin bisa. Kalau jarang masak, lebih baik ambil tugas dasar seperti mencuci sayur, mengupas bawang, atau menata piring. Memaksa diri memegang peran besar tanpa keahlian bisa berakhir dengan masakan gagal dan bikin dapur makin ribet.

Kalau memang ingin belajar, pilih tugas yang bisa diamati dulu sebelum melakukannya. Misalnya, perhatikan cara orang lain memotong bahan sebelum ikut membantu. Jangan sampai karena ingin terlihat berguna, malah bikin kacau dan harus diulang dari awal.

4. Jangan Diam Saat yang Lain Sibuk

Salah satu kesalahan terbesar di dapur adalah berdiri diam sambil menunggu perintah. Kalau melihat ada yang sibuk, tawarkan bantuan atau inisiatif ambil alih tugas kecil yang terlihat kosong. Misalnya, kalau seseorang sedang sibuk memasak, tanyakan apakah mereka butuh seseorang untuk mengaduk atau menyiapkan bahan tambahan.

Kalau benar-benar bingung harus ngapain, strategi terbaik adalah mengamati dan meniru. Lihat apa yang orang lain lakukan, dan coba cari bagian di mana kamu bisa membantu tanpa mengganggu alur kerja mereka.

5. Bantu Beres-Beres Seiring Proses Masak Berjalan

Salah satu hal yang bikin dapur makin kacau adalah menumpuknya alat-alat kotor. Jangan tunggu masak selesai baru mulai bersihin, karena ini bisa bikin pekerjaan makin berat. Sambil memasak, cuci peralatan yang sudah dipakai atau lap meja dapur biar tetap rapi.

Membantu bersih-bersih juga bisa bikin kamu terlihat lebih sigap dan bertanggung jawab. Ini tugas yang sering diremehkan, padahal justru sangat penting.

6. Komunikasi Itu Kunci, Jangan Asal Jalan Sendiri

Dapur saat Lebaran itu ramai dan penuh orang. Jangan asal bergerak tanpa komunikasi, karena bisa bikin tabrakan antar ‘pekerja dapur’. Kalau mau lewat di belakang orang yang sedang memotong, bilang dulu “Permisi di belakang” biar tidak ada kecelakaan.

Sumber: mitra10