Aksi Memukau Tim Dance yang Saling Adu Konsep Kreatif Jadikan DBL Malang Lebih Semarak
Smarihasta Dance Community (SDC), tim dance dari SMAN 8 Malang saat tampil dalam Azarine Dance Competition DBL Malang --dbl.id
SUKUN, DISWAYMALANG.ID--Honda DBL with Kopi Good Day 2025 bukan sekadar kompetisi bola basket pelajar. Event yang sudah berlangsung sejak 2004 ini juga jadi ajang kreativitas pelajar dalam hal olah gerak dengan juga dilangsungkan dance competition, selain pertandingan bola basket dalam format 3x3 dan 5on5.
Tak terkecuali dalam DBL East Java Series Region South yang berlangsung di GOR Bima Sakti, Sukun, Kota Malang mulai 12 Agustus lalu. Pada musim ini, kembali digelar dance competition dengan tajuk Azarine DBL Dance Competition 2025 East Java-South. Tema tahun ini, “Shining Like a Star”.
Seluruh tim peserta pun beradu kreativitas untuk mewujudkan tema tersebut dengan olah gerak saat tampil. Mereka pun mengeksplor berbagai macam konsep yang berbeda-beda, meski tetap dengan merujuk tema dance competition kali ini.
Salah satunya yang ditunjukkan tim dance dari SMAN 8 Malang. Tim bernama Smarihasta Dance Community (SDC) tampil begitu meriah di panggung Azarine DBL Dance Competition 2025 East Java-South. Mereka menyuguhkan konsep tentang desainer mode busana.
Tabitha Adewitya, kapten tim SDC, menjelaskan tentang konsep ini. “Konsep dance kita tentang desainer yang menciptakan sebuah mahakarya berupa busana yang dikenakan sang bintang model,” ujarnya.
Melalui konsep ini, lanjut Tabitha, timnya ingin memberi pesan kepada penonton, khususnya anak muda Indonesia. Untuk jangan takut dalam berkarya. “Sebab, karyamu akan selalu bersinar,” cetusnya.
BACA JUGA:Lajutan DB Malang, 8 Pertandingan Hari Ini, Duel SMA Dempo vs Stetsa Jadi Partai Pamungkas
Kisah Si Culun dari SMAN 1 Bululawang
Tim dance lain yang turut tampil di panggung Azarine DBL Dance Competition 2025 East Java-South adalah tim dance SMAN 1 Bululawang.

Aksi Bristle’D, tim dance SMAN 1 Bululawang saat tampil di Azarine Dance Competition DBL Malang 2025 --dbl.id
Tim bernama Bristle’D itu menceritakan tentang kisah seorang laki-laki culun yang ingin menjadi bintang hingga terbawa sampai mimpi. “Di dalam mimpinya, ia melihat banyak perempuan. Mereka menggambarkan bahwa seorang bintang itu takut jerawatan dan menjadi jelek,” terang Jessica Elvanezha, anggota Bristle’D.
Dalam mimpinya itu, sang lelaki mulai merawat diri dan memperbaiki kemampuannya. “Setelah ia terbangun, ia menyadari kalau mimpinya jadi kenyataan,” tutupnya. (*)
Sumber: dbl.id
