‘War’ SDU WHV ke Australia Dipertanyakan, Ribuan Peserta Gagal Akses Web, tapi Tiba-Tiba Kuota 5.500 Penuh
Email Imigrasi kepada peserta 'War' SDU WHV yang dianggap seperti lotere. Karena ada peserta 'War' belum berhasil login di laman SDU WHV mendapatkannya sehingga dia akhirnya bisa mengisi formulir dan upload persyaratan hingga sukses. --tangkapan layar ema--
MALANG , DISWAYMALANG.ID – Ribuan peserta perebutan atau ‘War’ Surat Dukungan Utama (SDU) dari Imigrasi untuk Working Holiday Visa ke Australia, pada Jumat, 17 Oktober 2025 hari ini, stress dan kecewa berat. Pasalnya, website SDU WHV kembali ngadat seperti saat pelaksanaan ‘War’ pada Rabu, 15 Oktober 2025 --yang kemudian di-reschedule oleh Imigrasi Jumat hari ini karena website pada hari Rabu down.
Namun, yang membuat Gen Z peserta ‘War’ SDU WHV kaget, di atas pukul 16.00 WIB, tiba-tiba beredar capture data bahwa kuota SDU WHB sudah terisi di atas 4.000 dari kuota 5.500. Kemudian, dengan cepat tanda biru pada kolom tanda keterisian kuota terus bertambah. Cepat pertambahannya. Berupa capture-capture yang berubah naik angkanya. Hingga menjelang pukul 17.00 tadi akhirnya kuota SDU WHV terisi penuh.
Capture itu beredar berantai di grup-grup WA maupun Telegram peserta ‘War’ SDU WHV di Kediri, Jombang, Malang, dan kota-kota di Jatim lainnya serta Jabodetabek. “Kami jadi bingung, website SDU WHV ngadat. Tapi tiba-tiba beredar data kuota sudah terisi penuh,” ujar seorang sarjana lulusan kampus Malang kepada Diswaymalang.id di sebuah warnet.
BACA JUGA: Imigrasi Minta Maaf dan Akui Website Down, ‘War’ SDU WHV ke Australia Dibuka Lagi Jumat Besok
Adapun ngadatnya laman SDU WHV hari ini terjadi sejak ‘War’ dibuka pukul 09.00 WIB pagi tadi. Awalnya, pendaftar bisa login ke akun atas namanya di laman SDU WHV –semua peserta ‘War’ harus mendaftar lebih dulu hingga memiliki akun di laman SDU WHV.
Juga muncul kolom ‘Ajukan Permohonan’. Itu artinya awal ‘War’ laman SDU WHV normal. Namun, begitu kolom ‘Ajukan Permohonan’ diklik, hanya muncul tulisan ‘memproses’. Beberapa detik hingga menit berproses, namun pada akhirnya gagal. Begitu terus meski peserta ‘War’ telah berkali-kali mengulangi mengajukan permohonan.
'War' SDU WHV Dijeda untuk Ibadah Salat Jumat

Imigrasi mengunggah pemberitahuan SDU WHV dijeda untuk shalat Jumat di laman SDU WHV. Ketika itu ribuan peserta 'War' menganggap website atau laman SDU WHV ngadat seperti 'War' pada Rabu, 15 Oktober 2025 lalu, karena tidak bisa diakses. --tangkapan laman sdu whv--
Di tengah kegalauan itu, Imigrasi melalui Instagram resminya kemudian menyampaikan pengumuman. “Mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda. SDUWHV akan dibuka kembali jam 14.00 untuk ibadah sholat Jumat.”
Pengumuman tersebut tidak minta maaf atas ketidaknyamanan karena website SDU WHV yang tidak bisa diakses. Tapi karena waktu ‘WAR’ terpotong untuk ibadah salat Jumat.
Namun, tepat pukul 14.00 WIB, laman SDU WHV tetap tidak bisa diakses. “Saya tunggu 10 menit, 20 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, sambil terus saya refresh. Di website SDU WHV tetap tidak keluar kolom ‘Ajukan Permohonan’. Bahkan yang terjadi kemudian tiba-tiba log out dengan sendirinya. Dan, tidak bisa login lagi,” ujar pemuda sarjana peserta ‘War’ SDU WHV asal Kediri, Jawa Timur.
Di tengah kegalauan yang memuncak itu, menjelang pukul 16.00 sore, beredar capture data keterisian SDU WHV sudah 4.000 lebih dari 5.500 kuota yang tersedia. Capture itu beredar di grup-grup WA dan Telegram peserta ‘War’.
“Saya ikut 2 grup di WhatsApp dan 1 grup di Telegram. Anggotanya adalah para peserta ‘War’ SDU WHV. Dua grup WA yang saya ikuti, satu grup di antaranya beranggotakan 466 orang, satunya lagi 637 orang. Sedangkan grup di Telegram beranggotakan 14.258 orang. Kami saling berbagi informasi real time perkembangan ‘War’ SDU WHV,” ujarnya.
Jadi, kata dia, peserta 'War' yang tak bisa mengakses laman SDU WHV jumlahnya ribuan. Mereka tiba-tiba mendapati kuota SDU WHV sudah penuh.
“Kami yang terus gagal mengakses website SDU WHV jadi bingung dengan beredarnya capture yang menunjukkan keterisian kuota bertambah cepat. Sampai menjelang pukul 17.00, beredar capture bahwa keterisian kuota 5.500 sudah terpenuhi,” ujarnya.
Sejumlah Peserta ‘War’ Dapat Email Imigrasi
Di tengah ketidakpastian, kegalauan, serta ngadatnya website SDU WHV, tiba-tiba sejumlah peserta ‘War’ SDU WHV mendapat pesan email dari Imigrasi. Pesan itu menginformasikan kepada peserta ‘War’ yang hampir seharian tidak bisa login ke laman SDU WHV agar segera mengajukan permohonan dengan mengisi formulir online serta upload persyaratan. Hanya diberi waktu 15 menit sejak email diterima.
“Anehnya juga, laman SDU WHV akun peserta ‘War’ penerima email Imigrasi itu bisa muncul kolom ‘Ajukan Permohonan’. Padahal sebelumnya berjam-jam nggak bisa akses laman SDU WHV. Beberapa teman saya dapat email dari Imigrasi. Saya tidak dapat. Saya jadi bingung dan bertanya-tanya, ‘War’ SDU WHV kok begini. Aneh sekali, kok pakai pemberitahuan via email,” ujar peserta ‘War’ SDU WHV lulusan UIN itu.
Ditjen Imigrasi melalui Instagramnya mengunggah peserta 'War' SDU WHV yang berhasil. (tangkapan layar IG@ditjen_imigrasi)--
Beredar Surat Dirjen Imigrasi Sylmi Karim
Ketidakpastian ‘War’ SDU WHV pada Jumat, 17 Oktober 2025 hari ini semakin lengkap dengan beredarnya surat Dirjen Imigrasi Sylmi Karim di grup-grup WA peserta ‘War’. Surat itu ditujukan kepada Pemohon Program WHV. “Kepada Yth. Pemohon Program Working Holiday Visa (WHV) di Tempat”. Perihal surat itu adalah: Pemberitahuan Gangguan Sistem SDUWHV.
Berikut ini bunyi surat tersebut:
“Sehubungan dengan adanya gangguan teknis (bug) pada Sistem Data Umum Working Holiday Visa (SDUWHV) yang terdeteksi sejak tanggal 17 Oktober 2025, kami informasikan bahwa proses verifikasi data dan pengiriman berkas elektronik mengalami keterlambatan.
Tim teknis Direktorat Jenderal Imigrasi saat ini sedang melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh untuk memastikan keamanan serta keakuratan data seluruh pemohon. Proses pemulihan diperkirakan akan selesai dalam waktu 3–5 hari kerja sejak tanggal surat ini diterbitkan.
Kami menghimbau kepada seluruh pemohon agar tidak melakukan pengiriman ulang berkas atau registrasi ganda, karena data yang telah masuk tetap tersimpan di server pusat dan akan diproses secara otomatis setelah sistem pulih.
Atas ketidaknyamanan yang terjadi, kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kesabaran para pemohon.”
Namun, belum jelas apakah surat itu memang resmi dikeluarkan Dirjen Imigrasi Silmy Karim. Diswaymalang.id belum berhasil mengonfirmasi ke Imigrasi. Yang sudah pasti, Imigrasi melalui Instagramnya mengunggah beberapa akun yang telah berhasil mendapatkan SDU WHV.
“Ini sih namanya bukan ‘War’. Kami tidak berhasil mengisi formulir di laman SDU WHV karena website tidak bisa diakses. Ini seperti dilotre. Bukan ‘War’. Indikasinya Imigrasi kirim email segala, suruh ‘ajukan permohonan’. Bahkan teman saya ada yang tidak berhasil login, dapat email suruh ajukan permohonan. Stress berat. Sangat mengecewakan,” ujar peserta ‘War’ asal Jombang.
Sumber:
