Laman Imigrasi 'Ngadat'! Gen Z Keluhkan ‘War’ SDU WHV ke Australia, Kadung Booking Warnet Kapasitas Besar
Ilustrasi Working Holiday Visa Australia (foto: ist)--
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Perebutan Surat Dukungan Utama (SDU) Working Holiday Visa (WHV) atau sering disebut ‘War’ SDU WHV ke Australia, yang dibuka Imigrasi pada Rabu, 15 Oktober 2025, dikeluhkan. Pasalnya, server login SDU WHV Imigrasi tidak bisa diakses alias ngadat hampir seharian.
Salah satu peserta ‘War’ SDU WHV kepada Diswaymalang.id mengatakan, dia dan teman-temannya sudah siap di depan komputer di warnet sejak satu jam sebelum pukul 09.00 WIB, jam dibukanya ‘War’ SDU WHV oleh Imigrasi. Begitu pukul 09.00, langsung dia dan teman-temannya menyerbu membuka laman Imigrasi, bagian login SDU WHV.
Login berhasil. Namun, kolom ‘pengajuan permohonan’ tidak kunjung muncul. “Kita tunggu 10 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, kolom ‘pengajuan permohonan’ tidak kunjung muncul,” kata sarjana lulusan sebuah IAIN di Jatim yang mendambakan bisa bekerja sambil travelling ke Australia itu.
Yang terjadi kemudian, justru laman login SDU WHV Imigrasi malah log out dengan sendirinya. “Berikutnya untuk login kembali malah tidak bisa-bisa. Sangat lemot. Bahkan sampai pukul 14.30, kami tidak bisa login ke laman SDU WHV Imigrasi. Stres berat,” ujarnya.
20 Ribuan Peserta Perebutkan Kuota 5.500
Menurut live Instagram Imigrasi pukul 09.00 tadi pagi, ada 20 ribuan peserta ‘War’ SDU WHV periode sekarang ini. Sedangkan kuota yang tersedia hanya 5.500. Diduga laman SDU WHV Imigrasi mengalami gangguan karena banyaknya peserta ‘War’ SDU WHV yang mengaksesnya.
“Info yang saya pantau lewat grup-grup WA, teman-teman saya yang mengikuti ‘War’ SDU WHV’ saat ini, semuanya belum berhasil login. Kami sudah lima jam sejak pukul 09.00 sampai 14.00 di depan komputer tapi tidak bisa login,” ujarnya.
“Teman-teman saya di berbagai kota, Malang Kediri, Jombang, dan Jabodetabek, sudah telanjur booking warnet. Demi bisa mengikuti ‘War’ SDU WHV ini. Tentunya habis biaya tidak sedikit. Karena pihak Warnet dengan kapasitas MBPS yang besar, saat momen ‘War’ SDU WHV, biasanya pasang tarif mahal. Tapi jangankan ‘War’, mau login saja tidak bisa. Bikin stress berat dan sangat mengecewakan,” ujar pemuda berusia 25 tahun itu.
Untuk diketahui, booking warnet berkapasitas besar sangat mendukung ‘War’ SDU WHV. Karena untuk memperebutkan SDU WHV, yang mengharuskan kompetisi dengan puluhan ribu peserta, dukungan akses wifi yang supercepat sangat membantu.
Kembali ke macetnya ‘War’ SDU WHV, yang disayangkan, tidak ada konfirmasi atau penjelasan dari Imigrasi soal kondisi tersebut. Sedangkan info tentang SDU WHV sebelum ‘war’ dibuka, intens disampaikan Imigrasi melalui Instagram resminya.
Akibat tidak adanya penjelasan dari Imigrasi, pelaksanaan ‘War’ SDUH WHV periode ini terasa seperti ‘menggantung’. Padahal momen-momen seperti ini sangat ditunggu-tunggu oleh generasi muda yang mendambakan bekerja sambil travelling ke Australia.
“Di tengah terbatasnya lapangan kerja di dalam negeri, WHV menjadi salah satu solusi bagi kami generasi muda. Bekerja di Australia menggiurkan. Gaji satu jamnya minimal 25 Dollar Australia (sekitar Rp 270.000),” ujarnya.
Australia mensyaratkan usia peserta WHV 18-30 tahun. Di Indonesia, peserta dari Gen-Z sangat banyak. Tiap tahunnya, pemerintah Australia memberikan kuota sekitar 5.000-5.500 untuk Indonesia.
Sumber:
