Pemkot Batu Kaji Penataan Ulang Pasar Pagi di Belakang Pasar Induk Amongtani
Suasana pasar pagi di Pasar Among Tani Kota Batu-Ist-
BATU,DISWAYMALANG.ID –Pasar Induk Among Tani yang megah kini tengah bersiap menyambut transformasi baru. Bukan soal fisik bangunan, namun pengaturan pernafasan ekonomi di dalamnya. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu tengah serius menggodok skema pengaturan pasar guna mengakhiri sirkulasi sosial dan menciptakan kenyamanan bagi semua pihak.
Selama ini, kehadiran pasar pagi di area belakang pasar sering memicu terjadinya psikologis. Pedagang resmi yang memiliki bedak/los merasa aktivitas pasar pagi sering tumpang tindih dengan operasional mereka.
BACA JUGA: Wujudkan Langit Bersih Kabel, Pemkot Batu Gandeng Investor Tata Kabel di Bawah Tanah
Plt Kepala Diskumperindag Kota Batu Dian Fachroni, Jumat (27/2), menegaskan bahwa penataan ini adalah langkah mendesak untuk menjaga kondusivitas.
"Kami ingin meredakan potensi konflik sosial. Saat ini, pasar pagi cenderung muncul dengan pedagang bedak resmi. Solusi posisinya bukan meniadakan, tapi menata," ujar Dian.
Opsi Relokasi: Strategi "24 Jam Non Stop"
Salah satu opsi menarik yang tengah dikaji adalah pemanfaatan area parkir pasar sayur. Strateginya adalah manajemen waktu yang presisi agar fungsi parkir dan dagang tidak saling "tabrakan".
- Malam - Dini Hari: Operasional Pasar Sayur.
- Pagi Hari: Transisi ke Pasar Pagi dan Pasar Grosir.
- Optimalisasi Ruang: Memanfaatkan area atas untuk berdagang, sementara lantai bawah tetap berfungsi sebagai kantong parkir.
BACA JUGA: Kemen PU Hitung Ulang Investasi Tol Malang-Kepanjen, Estimasi sebelumnya Capai Rp10 Triliun
"Jika pengaturannya tepat, kawasan ini bisa hidup hampir 24 jam. Namun, kami harus menghitung dengan benar agar fungsi parkir tidak terganggu dan tetap optimal," tambahnya.
Dian Fachroni memastikan bahwa langkah ini tidak akan merugikan satu pihak. Sebaliknya, penataan sarana seperti lapak yang rapi dan lingkungan yang tidak bau justru akan menarik lebih banyak pengunjung.
BACA JUGA: Kota Batu Raih Apresiasi Gubernur Jatim dalam HLM TPID: Surplus Pangan dan Digitalisasi Capai 99,3%
"Ini bukan soal membeda-bedakan perlakuan. Justru kami ingin membantu para pedagang pasar pagi agar tempat usahanya lebih layak, bersih, dan nyaman. Jika pasar rapi, manfaat ekonominya akan dirasakan secara adil oleh semua pedagang di Among Tani," tutupnya.
Sumber:
