Kadisdikbud Kota Malang Jamin Seragam Gratis SD dan SMP Rampung 100 Persen Agustus Ini
--
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID - Program pengadaan seragam gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Malang dijamin akan rampung 100 persen pada Agustus 2025. Jaminan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana, SE, MM, dalam keterangannya pada Senin (4/8).
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Malang untuk meringankan beban biaya pendidikan sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan dasar di wilayahnya.
“Progres pengadaan seragam hingga awal Agustus ini telah mencapai sekitar 15 persen, dan kami optimistis akan selesai seluruhnya bulan ini,” ujar Suwarjana.
Program seragam gratis ini ditujukan bagi seluruh peserta didik baru jenjang SD dan SMP negeri di Kota Malang. Pengadaan dilakukan secara bertahap sejak Juli 2025, seiring dimulainya tahun ajaran baru.
Menurut Suwarjana, kebijakan ini bukan hanya tentang distribusi pakaian sekolah, tetapi merupakan upaya konkret dalam mendukung anak-anak Kota Malang mendapatkan hak pendidikan secara layak tanpa terbebani biaya tambahan di awal masuk sekolah.
“Dengan adanya program ini, kami ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak yang merasa malu atau minder karena persoalan seragam. Orang tua pun dapat lebih fokus mendukung proses belajar anak tanpa khawatir biaya seragam,” tambahnya.
BACA JUGA:7 Juta Turis Asing Kunjungi Indonesia Semester I 2025, Malang Raya Jadi Magnet Wisata Jawa Timur
Suwarjana menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan kendala besar dalam pelaksanaan program, baik dari sisi pengadaan, distribusi, maupun penerimaan oleh masyarakat. Seluruh proses dikawal ketat agar transparan dan tepat sasaran.
Pemerintah kota juga bekerja sama dengan pihak sekolah dan penyedia lokal agar proses penyaluran seragam berjalan cepat dan sesuai standar.
BACA JUGA:PMI Kota Batu Lumpuh Akibat Krisis Anggaran, Warga Kehilangan Akses Layanan
Selain membantu meringankan beban orang tua, program ini juga mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM konveksi dan penjahit lokal yang dilibatkan dalam proses pengadaan seragam.
“Kami tidak hanya bicara soal pendidikan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini adalah program kolaboratif yang dampaknya dirasakan luas,” terang Suwarjana.
Wali Kota Malang dan jajarannya memberi perhatian khusus terhadap program ini sebagai bagian dari visi menjadikan Malang sebagai kota ramah anak dan pendidikan. Langkah ini juga sejalan dengan arahan nasional terkait pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.
Sumber:
