UB Kukuhkan 10 Guru Besar Keilmuan Berbeda dalam Sidang Senat Akademik Dua Hari
-instagram ubtv_brawijaya--
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan sepuluh guru besar dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar dua hari berturut-turut pada Senin (10/11/2026) dan Rabu (11/2/2026) di Gedung Samantha Krida, UB.
“Pengukuhan ini mencerminkan komitmen Universitas Brawijaya dalam menghadirkan akademisi unggul, berintegritas, dan berdaya saing global untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat,” demikian dikutip dari akun Instagram resmi ubtv_brawijaya yang menyiarkan acara tersebut, Rabu (11/2/2026).
Kelima guru besar yang dikukuhkan pada Rabu hari ini adalah:
- Prof Dr Ir Mashudi MAgr Sc IPM ASEAN Eng (FAPET), professor bidang ilmu teknologi pakan ternak ruminansia,
- Prof Dr Prija Djatmika SH MS (FH), professor bidang ilmu hukum pidana,
- Prof Dr dr Tatit Nurseta, Sp.OG(K) (FK), profesor bidang ilmu obstetric dan ginekologi,
- Prof Dr rer nat Dra Tri Yudani Mardining Raras MApp Sc (FK), profesor bidang biokimia biomolekuler, dan
- Prof Dr dr Agustin Iskandar MKes SpPK(K) (FK), professor ilmu patologi klinik/penyakit infeksi.
Sidang Senat Terbuka pengukuhan lima guru besar di UB, Rabu (11/2/2026). -tangkapan layar IG ubtv-brawijaya --
Prof Prija Djatmika memaparkan Clear Asset Model, konsep pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi yang menempatkan pemulihan aset sebagai inti keadilan. Model ini dirancang terpisah dari pemidanaan, namun tetap menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia.
BACA JUGA:Lima Guru Besar UM Sampaikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Terbuka Senat Akademik
“Secara praktis, CLEAR-ASSET Model bermanfaat sebagai rujukan akademik dan kebijakan dalam reformasi hukum pengembalian aset tindak pidana korupsi di Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (11/2/2026).
Sementara, Prof Dr Ir Mashudi MAgrSc IPM ASEAN Eng yang menjadi profesor aktif ke-21 Fakultas Peternakan UB dalam orasi ilmiahnya memperkenalkan Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP) sebagai solusi peningkatan produktivitas sapi perah tropis.
BACA JUGA:Filkom UB Gelar Orientasi Pendidikan Pascasarjana Semester Genap 2025/2026
Mashudi mengungkapkan, hingga kini produksi susu nasional baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan dalam negeri, sementara sisanya masih bergantung pada sapi impor. “Di negara asalnya, sapi perah mampu menghasilkan hingga 25 liter susu per hari. Sementara di Indonesia rata-rata hanya 10–12 liter,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab rendahnya produksi susu akibat ketidaksesuaian lingkungan tropis Indonesia dengan karakter sapi perah impor yang berasal dari wilayah beriklim sedang. Model NPRP mengoptimalkan fungsi rumen melalui proteksi protein dan asam amino esensial agar produksi susu meningkat secara efisien dan berkelanjutan.
Dari Fakultas Kedokteran, Prof Dr dr Tatit Nurseta Sp OG Subsp Onk menggagas PERMATA MOLA, model pencegahan hamil anggur berbasis pendekatan prakonsepsi. Model ini mengintegrasikan faktor epidemiologi, molekuler, hormonal, serta nutrisi maternal pada kelompok perempuan berisiko tinggi.
Tatit menegaskan, pencegahan sebelum kehamilan menjadi kunci untuk menekan insiden mola hidatidosa dan mencegah transformasinya menjadi keganasan.
Sumber: instagram uvtv_brawijaya
