Prof Mashudi Tawarkan Model Nutrisi Peternakan Sapi Perah Daerah Tropis
Prof Dr Ir Mashudi MAgr Sc IPM ASEAN Eng -humas ub--
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Prof Dr Ir Mashudi MAgr Sc IPM ASEAN Eng yang dikukuhkan dalam bidang ilmu teknologi pakan ternak ruminansia memperkenalkan Peternakan Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP), yang merupakan Proteksi Protein dan Asam Amino Berbasis Konden Tanin untuk Peternakan Perah Tropis Berkelanjutan. Prosesi pengukuhan dilaksanakan di Gedung Samantha Krida, Rabu (11/2/2026)
Ternak ruminansia, khususnya sapi perah dan kambing perah, memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani melalui produksi susu serta menjadi sumber pendapatan utama bagi peternak rakyat di Indonesia.
BACA JUGA:Prof Prija Djatmika Tawarkan Model Pengembalian Aset Pelaku Pidana Korupsi
Keberhasilan produksi susu sangat ditentukan oleh pengelolaan nutrisi, khususnya protein mengingat protein merupakan komponen pakan dengan biaya tertinggi dan berkontribusi langsung terhadap produksi dan kualitas susu.

Prof Dr Ir Mashudi MAgr Sc IPM ASEAN Eng -humas ub--
Secara biologis, ternak perah bergantung pada fungsi rumen sebagai pabrik biologis yang mengonversi pakan berserat menjadi energi dan protein mikroba.
Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa sebagian besar protein pakan mengalami degradasi berlebih di dalam rumen menjadi amonia, yang tidak seluruhnya dimanfaatkan untuk sintesis protein mikroba melainkan diekskresikan sebagai urea.
BACA JUGA:UB Kukuhkan 10 Guru Besar Keilmuan Berbeda dalam Sidang Senat Akademik Dua Hari
Kondisi ini menyebabkan rendahnya efisiensi pemanfaatan nitrogen dan meningkatnya kehilangan nitrogen ke lingkungan, yang tercermin dari tingginya milk urea nitrogen (MUN) pada ternak perah.
Pendekatan nutrisi protein konvensional berbasis peningkatan protein kasar (PK) telah lama digunakan untuk meningkatkan produksi susu.
Namun peningkatan PK di atas kebutuhan fisiologis sering tidak meningkatkan produksi susu, justru menurunkan efisiensi penggunaan nitrogen. Kondisi ini semakin nyata pada sistem peternakan tropis Indonesia dengan variabilitas kualitas hijauan, keterbatasan energi fermentabel, dan ketergantungan pada pakan lokal.
Dalam Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP) menempatkan rumen sebagai pabrik biologis secara presisi melalui proteksi selektif protein dan asam amino esensial pembatas, yaitu lisin dan metionin. Kebaruan model ini terletak pada integrasi proteksi protein dalam kerangka nutrisi presisi yang selaras dengan fisiologi rumen dan sistem peternakan tropis lokal.
Melalui model itu, maka diharapkan bisa meningkatkan produktifitas susu, dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, secara keseluruhan, model ini berpotensi menjadi fondasi pengembangan peternakan perah tropis yang efisien.
Prof Mashudi dikukuhkan sebagai professor aktif ke-21 di Fakultas Peternakan, ke-256 di Universitas Brawijaya serta menjadi professor ke-448 dari seluruh professor yang telah dihasilkan UB.
BACA JUGA:Limbah Pertanian Jadi Pakan, Tim UB Perkuat Ketahanan Pakan Sapi Madura di Bangkalan
Sumber: humas ub
