UB Rombak Kurikulum Teknik Biosistem, Perkuat AI, IoT, Drone, dan Pertanian Presisi
FTAB Gelar Diskusi Pengembangan Akademik dan Kurikulum Teknik Pertanian dan Biosistem--Prasetyaub
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID – Universitas Brawijaya (UB) menyiapkan transformasi kurikulum Program Studi Sarjana Teknik Biosistem untuk menjawab tantangan pertanian modern. Kurikulum baru ini akan mengintegrasikan rekayasa teknik, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), robotika, hingga pertanian berkelanjutan.
Penyempurnaan kurikulum tersebut dibahas dalam Diskusi Pengembangan Akademik dan Kurikulum di Bidang Teknik Pertanian dan Biosistem yang digelar Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB secara daring melalui Zoom Cloud Meeting, Rabu (21/10/2026).
Forum ini mempertemukan akademisi, pemerintah, industri, dan lembaga riset. Masukan dari berbagai pihak diharapkan membuat kurikulum lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung transformasi pertanian Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, kurikulum tidak lagi dipandang sebagai kumpulan mata kuliah yang berdiri sendiri. Kurikulum dirancang sebagai ekosistem kompetensi yang terintegrasi dalam lima pilar utama.
BACA JUGA: FH UB Dampingi PMI di Korea Selatan, Perkuat Kerja Sama dengan Korean Moslem Federation
Lima Pilar Kurikulum Teknik Biosistem
Pilar pertama adalah Engineering Fundamentals. Pilar ini menjadi fondasi keilmuan teknik yang mencakup matematika, fisika, mekanika, termodinamika, dan rekayasa sistem.
Pilar kedua, Agricultural & Biosystems Engineering, berfokus pada rekayasa mesin pertanian, sumber daya lahan dan air, teknik pascapanen, serta sistem biologis.
Pilar ketiga adalah Smart & Precision Agriculture. Bidang ini mengintegrasikan sensor, IoT, otomasi, robotika, AI, dan teknologi pertanian presisi untuk mendukung pengelolaan pertanian berbasis data.
Pilar keempat, Engineering Design & Innovation, menitikberatkan pada kemampuan desain, pemodelan, simulasi, pembuatan prototipe, dan standardisasi produk.
Sementara itu, pilar kelima, Sustainability & Entrepreneurship, menggabungkan efisiensi penggunaan sumber daya, ekonomi teknik, analisis keberlanjutan, dan kewirausahaan.
Masukan Akademisi hingga Industri Pertanian
Untuk memastikan kelima pilar tersebut sesuai dengan kebutuhan lapangan, FTAB UB menghadirkan lima narasumber dari berbagai sektor pertanian nasional.
Guru Besar Universitas Gadjah Mada sekaligus tokoh Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (PERTETA) Prof Ir Lilik Sutiarso MEng menekankan pentingnya keseimbangan antara penguatan dasar-dasar teknik dan adaptasi terhadap perkembangan ilmu biosistem.
Sumber: prasetya.ub.ac.id










