Mahasiswa UNISMA Tembus Forum Energi Dunia, Raih ASEAN Fellowship 2026
mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA, Deonaldo Maria Pacheco, berhasil meraih ASEAN 1967 Fellowship 2026 --
DINOYO, DISWAYMALANG.ID–Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA). Seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA, Deonaldo Maria Pacheco, berhasil meraih ASEAN 1967 Fellowship 2026 dan berkesempatan mengikuti berbagai forum energi dunia yang melibatkan pemuda dari berbagai negara.
Keikutsertaan Deonaldo dalam program tersebut merupakan bagian dari SEA Bridge Institute of Entrepreneurship melalui program SEA Bridge NextGen Fellowship, sebuah inisiatif yang mempertemukan generasi muda di kawasan Asia Tenggara untuk berkolaborasi dalam pengembangan kewirausahaan serta penguatan ekosistem ekonomi regional.
BACA JUGA:FIA UB Buka Program Joint Degree/Double Degree dengan Universitas Mitra Internasional
Dalam program ini, Deonaldo terpilih sebagai full-time on-site participant di Thailand dan bergabung dalam Regional Entrepreneurial Management Division, sebuah divisi strategis yang fokus pada pengelolaan kolaborasi regional, penguatan jaringan bisnis, serta pengembangan strategi ekspansi pasar di kawasan ASEAN.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting, tidak hanya bagi Deonaldo secara pribadi, tetapi juga bagi UNISMA. Ia tercatat sebagai peserta pertama dari Universitas Islam Malang yang mengikuti program fellowship tersebut sekaligus mewakili Timor-Leste dalam cohort tahun 2026.
Selain mengikuti program fellowship, Deonaldo juga aktif terlibat dalam sejumlah forum internasional yang membahas isu energi berkelanjutan. Di antaranya adalah IRENA Youth Forum 2026 di Abu Dhabi serta Southeast Asia Youth Energy Forum di Malaysia.
Dalam forum tersebut, para pemimpin muda dari berbagai negara berdiskusi mengenai transisi energi bersih, inovasi energi terbarukan, serta peran generasi muda dalam mendorong kebijakan energi berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Pada forum tersebut, Deonaldo bersama peserta lainnya juga terlibat dalam penyusunan rekomendasi kebijakan melalui Handover Declaration yang mendorong percepatan implementasi United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta SDG 13 tentang aksi terhadap perubahan iklim.
Menurut Deonaldo, latar belakangnya sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris justru menjadi modal penting dalam forum internasional. Kemampuan komunikasi lintas budaya dinilai sangat diperlukan untuk menyampaikan gagasan serta membangun kolaborasi global.
“Bahasa bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk membangun kolaborasi dan menyampaikan gagasan yang dapat membawa perubahan,” ujarnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa dari kampus di Malang, generasi muda dapat berkontribusi dalam isu global dan terlibat langsung dalam forum internasional yang membahas masa depan energi dunia.
Sumber:









