Masih Momen Hari Asma Sedunia, Ini Cara Aman Berolahraga bagi Penderita Asma
Hari Asma Sedunia - Asma Bukan Penghalang Untuk Berolahraga!-Phlorena-
MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Setiap hari selasa di minggu pertama bulan pertama, dunia merayakan Hari Asma Sedunia. Pada tahun ini, hari perayaan tersebut pada 6 Mei 2025.
Bagi penderita asma, berolahraga sering kali terasa menakutkan karena kekhawatiran akan memperburuk gejala seperti sesak napas dan mengi. Namun, dengan pendekatan yang hati-hati dan langkah-langkah yang tepat, olahraga justru bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk mengelola asma.
Olahraga teratur dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, memperkuat otot pernapasan, dan membantu penderita asma hidup lebih aktif dan sehat.
Dalam rangka World Asthma Day, mari kita ulas!
1. Olahraga Memperbaiki Kesehatan Paru-paru: Pentingnya Olahraga Teratur
Salah satu manfaat utama berolahraga untuk penderita asma adalah meningkatkan kapasitas paru-paru. Dengan meningkatkan kekuatan otot pernapasan, tubuh bisa lebih efektif mengelola udara yang masuk ke dalam paru-paru, mengurangi gejala seperti sesak napas dan batuk.
2. Jenis Olahraga yang Aman dan Efektif untuk Penderita Asma
Penderita asma perlu berhati-hati dalam memilih jenis olahraga untuk menghindari pemicu gejala. Menurut American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, olahraga dengan intensitas tinggi, seperti lari atau sepak bola, bisa memicu gejala asma, terutama jika dilakukan tanpa pemanasan yang tepat. Oleh karena itu, pilihlah olahraga yang cenderung lebih santai namun tetap memberikan manfaat besar bagi tubuh, seperti berenang, berjalan kaki, atau bersepeda.
Berenang adalah pilihan olahraga yang sangat baik untuk penderita asma, karena udara yang lembap di sekitar kolam renang membantu menjaga saluran napas tetap terbuka. Penelitian dalam Chest Journal mengungkapkan bahwa berenang secara teratur dapat meningkatkan kapasitas paru-paru tanpa membebani tubuh, sehingga ideal bagi penderita asma.
3. Pemanasan yang Tepat Sebelum Olahraga
Pemanasan adalah langkah yang sangat penting bagi penderita asma sebelum berolahraga. Studi dalam Journal of Asthma menunjukkan bahwa pemanasan yang baik dapat mengurangi potensi serangan asma selama aktivitas fisik. Pemanasan membantu melancarkan sirkulasi darah ke otot dan saluran pernapasan, sehingga tubuh lebih siap untuk beraktivitas. Pemanasan yang ideal untuk penderita asma adalah gerakan ringan yang fokus pada peregangan dan pernapasan dalam, seperti berjalan pelan atau gerakan peregangan ringan selama 5-10 menit.
Saat memulai pemanasan, pastikan untuk fokus pada pernapasan yang terkontrol. Latihan pernapasan dalam, seperti pernapasan diafragma, dapat membantu membuka saluran napas dan mengurangi ketegangan di area dada.
4. Menghindari Pemicu Asma saat Berolahraga
Penderita asma perlu menghindari pemicu eksternal yang dapat memperburuk gejala selama berolahraga. Faktor-faktor seperti cuaca dingin, polusi udara, dan alergen dapat menyebabkan saluran napas menyempit dan meningkatkan risiko serangan asma. Sebuah penelitian dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology menunjukkan bahwa berolahraga di luar ruangan ketika polusi udara tinggi atau cuaca dingin dapat memicu gejala asma, seperti batuk dan sesak napas. Oleh karena itu, disarankan untuk berolahraga di tempat yang terlindung dari elemen-elemen ini, seperti gym atau kolam renang dalam ruangan.
Sumber: american journal of respiratory and critical care medicine
