1 tahun disway

22 April, Hari Bumi Internasional, Mahasiswa Bisa Lho Turut Menyelamatkan Bumi, Dimulai Dari Hal Kecil!

22 April, Hari Bumi Internasional, Mahasiswa Bisa Lho Turut Menyelamatkan Bumi, Dimulai Dari Hal Kecil!

-pinterest-

MALANG, DISWAYMALANG.ID -- International Mother Earth Day (22/4) bukan cuma perayaan tahunan, tapi juga momentum refleksi—apa saja yang sudah kita lakukan untuk menyayangi planet ini?

Buat mahasiswa, gaya hidup sehari-hari bisa berdampak besar, terutama dalam hal penggunaan energi elektronik. Tanpa sadar, printer yang menyala terus, lampu belajar yang lupa dimatikan, hingga charger yang selalu terhubung ke stopkontak, semuanya menyumbang perusakan lingkungan di bumi yang makin memperparah krisis iklim.

Menurut laporan International Energy Agency (IEA), sektor listrik menyumbang lebih dari 40% perusakan iklim global—dan konsumsi di skala individu, termasuk mahasiswa, ikut berkontribusi. Maka dari itu, yuk mulai dari kebiasaan kecil yang berdampak besar.

Berikut sembilan langkah nyata yang bisa dilakukan di kehidupan mahasiswa untuk mengurangi jejak karbon dari perangkat elektronik!

1. Matikan Lampu Belajar Saat Tidak Digunakan

Sering lupa matikan lampu belajar saat keluar kamar? Kebiasaan ini bisa terlihat sepele, tapi berdampak signifikan.  Penggunaan lampu pijar konvensional selama 8 jam sehari menghasilkan sekitar 0,45 kg emisi CO2. Bila dilakukan ribuan mahasiswa setiap hari, maka potensi emisi akan meningkat tajam.

Dengan mematikan lampu saat tidak digunakan, secara langsung bisa menghemat energi hingga 30% per bulan. Selain itu, mengadopsi lampu LED juga membantu karena 80% lebih hemat energi. Penelitian oleh International Journal of Environmental Science (2021) mencatat bahwa konversi lampu LED bisa menurunkan emisi CO2 tahunan sebesar 20–25% dibanding lampu biasa.

2. Gunakan Timer Otomatis untuk Alat Elektronik

Timer otomatis atau smart plug bisa jadi solusi efektif agar peralatan listrik tidak menyala lebih lama dari yang dibutuhkan. Misalnya, kipas angin atau lampu belajar bisa disetel mati otomatis dalam 2–3 jam. Penelitian oleh Energy Reports (2022) mengungkapkan bahwa penggunaan timer pada perangkat rumah tangga mengurangi konsumsi listrik sebesar 12–15%.

Penggunaan energi listrik berlebihan tidak hanya meningkatkan tagihan, tapi juga memperbesar beban pada pembangkit listrik yang mayoritas masih berbasis batu bara. Semakin besar beban, semakin banyak karbon yang dilepaskan ke atmosfer. Ini turut memperparah perubahan iklim dan meningkatkan suhu bumi.

3. Hindari Mencetak Tugas Jika Bisa Dikirim Digital

Masih suka mencetak makalah 20 halaman padahal dosen menerima file PDF? Selain boros kertas, proses pencetakan juga membutuhkan listrik dalam jumlah besar. Printer rumahan membutuhkan sekitar 30–50 watt saat aktif, dan menghasilkan sekitar 0,02 kg CO2 per jam pemakaian.

Dengan mengirim tugas secara digital, mahasiswa mengurangi beban energi dan juga limbah kertas. Menurut Environmental Research Letters (2022), mahasiswa yang meminimalisir pencetakan tugas selama satu semester mampu menurunkan emisi hingga 6 kg CO2. Angka ini memang kecil secara individu, tapi besar secara kolektif jika diterapkan seluruh kampus!

4. Cabut Charger Saat Tidak Digunakan

Sumber: international energy agency