81 tahun RI Disway

Ingin Magang di Start-up Malang? Begini Cara Bangun Portofolio hingga Direct Pitching

Ingin Magang di Start-up Malang? Begini Cara Bangun Portofolio hingga Direct Pitching

Tips Bangun Networking dan Magang di Start-up serta Creative Agency Malang--Diswaymalang.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Peluang magang di Malang semakin terbuka seiring berkembangnya industri kreatif dan ekosistem digital di Kota Malang. Kehadiran creative agency, rumah produksi, studio desain hingga perusahaan rintisan atau start-up berbasis teknologi membuat kota ini memiliki ekosistem yang potensial bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja sebelum lulus.

Bagi mahasiswa, magang di Malang bukan hanya kesempatan menambah pengalaman di dunia kerja. Program magang juga dapat menjadi pintu untuk membangun jejaring profesional sekaligus memahami kebutuhan industri secara langsung.

Namun, mendapatkan kesempatan magang di start-up maupun creative agency tidak cukup hanya mengandalkan nilai akademik. Kualitas karya, portofolio, kemampuan komunikasi dan keberanian membangun networking menjadi sejumlah modal penting yang perlu dipersiapkan mahasiswa.

1. Kenali Ekosistem Industri Kreatif Malang

Langkah pertama adalah memetakan perusahaan dan komunitas yang bergerak di industri kreatif Kota Malang. Mahasiswa bisa mulai mencari creative agency, studio desain, rumah produksi, start-up teknologi hingga komunitas yang sesuai dengan bidang yang diminati.

Jangan hanya menunggu informasi lowongan magang. Mahasiswa juga perlu aktif menghadiri pameran karya, workshop, seminar dan kegiatan industri yang digelar di berbagai ruang kreatif.

Malang Creative Center (MCC), misalnya, dapat menjadi salah satu tempat untuk mengenal berbagai kegiatan dan komunitas ekonomi kreatif.

Selain mengikuti acara, manfaatkan sesi diskusi dan networking untuk berkenalan dengan praktisi. Relasi yang dibangun dari interaksi langsung dapat membuka peluang yang terkadang tidak tersedia melalui situs lowongan kerja.

2. Buat Portofolio yang Menjual

Bagi mahasiswa yang ingin masuk industri kreatif, portofolio sering kali menjadi salah satu modal penting. Perusahaan tidak hanya ingin mengetahui nilai kuliah atau pengalaman organisasi, tetapi juga ingin melihat kemampuan calon pemagang melalui karya nyata.

Portofolio dapat dibuat melalui platform digital seperti Behance, Notion maupun situs pribadi. Isinya bisa berupa tugas kuliah, proyek personal, karya eksperimental maupun proyek bersama.

Jangan hanya menampilkan hasil akhir. Jelaskan proses pengerjaan, persoalan yang ingin diselesaikan, konsep yang digunakan serta kontribusi pribadi dalam proyek tersebut.

Dengan begitu, perusahaan dapat melihat kemampuan teknis sekaligus cara mahasiswa berpikir dan menyelesaikan masalah.

3. Berani Melakukan Direct Pitching

Tidak semua creative agency atau start-up selalu mengumumkan program magang melalui situs pencari kerja. Karena itu, mahasiswa dapat mengambil inisiatif dengan menghubungi perusahaan secara langsung.

Pendekatan bisa dilakukan melalui LinkedIn, email maupun akun media sosial resmi perusahaan. Namun, komunikasi harus dilakukan secara personal, singkat dan profesional.

Hindari mengirim pesan massal dengan isi yang sama kepada banyak perusahaan. Sebaliknya, tunjukkan bahwa mahasiswa memahami karya atau karakter perusahaan yang dituju.

Sumber: lldikti8.kemdiktisaintek.go.id