MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Setiap tanggal 4 September, masyarakat Indonesia memperingati Hari Pelanggan Nasional (HarPelNas), sebuah momentum yang tidak hanya dirayakan oleh perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha kecil dan menengah.
Tahun 2025 ini, HarPelNas memasuki peringatan ke-22 dengan mengusung tema “ThinkCustomer”.
HarPelNas pertama kali digagas pada tahun 2003 oleh Handi Irawan D, CEO Frontier Group. Ide ini lahir dari kesadaran bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga oleh kepuasan pelanggan.
Gagasan tersebut mendapat sambutan luas dari pemerintah, BUMN, hingga sektor swasta. Puncaknya, pada 4 September 2003, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri meresmikan HarPelNas dalam sebuah acara bersejarah yang dihadiri sekitar 200 pimpinan BUMN dan direktur utama perusahaan.
Makna Tema ThinkCustomer
Tema tahun ini, “ThinkCustomer”, mengajak perusahaan untuk menempatkan pelanggan di pusat strategi bisnis.
Bukan sekadar mempelajari data atau tren konsumsi, melainkan memahami pelanggan secara emosional dan psikologis.
Pesan dari tema ini sederhana namun kuat: pimpinan perusahaan, bahkan di level BOD hingga CEO, didorong untuk turun langsung melayani pelanggan.
Hal ini diharapkan mampu memberi teladan bagi seluruh karyawan, khususnya para frontliner yang setiap hari bersentuhan langsung dengan konsumen.
Momentum Budaya Pelayanan
Lebih dari sekadar seremoni tahunan, HarPelNas menjadi simbol apresiasi kepada pelanggan sebagai mitra utama pertumbuhan bisnis.
Banyak perusahaan memanfaatkan momen ini dengan memberikan promo spesial, diskon, hingga layanan eksklusif.
Namun yang lebih penting, HarPelNas diharapkan dapat membentuk budaya pelayanan istimewa yang berkelanjutan.
Dengan semangat HarPelNas 2025, perusahaan diajak untuk tidak hanya berpikir soal laba, tetapi juga bagaimana menumbuhkan empati, membangun loyalitas, serta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pelanggan.