Mereka bekerja, membangun karier, meraih prestasi, dan menjadi bagian penting dari roda ekonomi.
Meskipun begitu, tantangan tetap ada, mulai dari diskriminasi di tempat kerja, perbedaan gaji, hingga tekanan sosial yang menilai status pernikahan lebih tinggi daripada pencapaian pribadi.
Hari Pekerja Perempuan Lajang pada akhirnya bukan hanya sekadar tanggal di kalender. Itu adalah ruang refleksi tentang bagaimana masyarakat menghargai kontribusi perempuan, mendukung kesetaraan, sekaligus mengikis stereotip lama bahwa kebahagiaan hanya bisa diraih dalam pernikahan.