Perusahaan bisa membuat aturan sederhana seperti "bersihkan area kerja sebelum pulang" atau "rapikan kabel setiap sore". Selain itu, jalur evakuasi harus rutin diperiksa untuk memastikan tidak ada barang yang menghalangi jalan!
5. Dorong Kebiasaan Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
Meskipun tidak semua sektor kerja membutuhkan helm atau rompi keselamatan, prinsip penggunaan alat pelindung diri (APD) tetap penting. Misalnya, pekerja laboratorium harus memakai kacamata pelindung, pekerja gudang perlu sarung tangan tahan panas, atau pekerja di ruang server wajib menggunakan alas kaki anti-statis. Semua ini bertujuan untuk meminimalkan risiko cedera yang bisa muncul kapan saja.
Penting juga untuk memastikan APD yang disediakan benar-benar nyaman dan sesuai kebutuhan. Jika karyawan merasa APD mengganggu pekerjaan mereka, kemungkinan besar mereka akan enggan menggunakannya!
6. Edukasi di Tempat Kerja
Posisi duduk yang salah atau ketinggian meja yang tidak sesuai bisa memicu masalah kesehatan serius dalam jangka panjang, seperti nyeri punggung, masalah pergelangan tangan, hingga gangguan sirkulasi darah. Itulah kenapa edukasi tentang kesehatan kerja menjadi hal krusial, terutama di lingkungan kerja perkantoran.
Coba adakan sesi pelatihan singkat tentang postur tubuh yang benar saat bekerja juga efektif untuk meningkatkan kesadaran karyawan!
7. Rancang Jalur Evakuasi yang Mudah Dipahami
Dalam keadaan darurat, kecepatan evakuasi bisa menentukan hidup dan mati. Karena itu, jalur evakuasi harus dirancang sejelas mungkin dan terbebas dari hambatan. Semua karyawan harus tahu lokasi pintu darurat terdekat dari meja mereka, serta rute tercepat menuju titik kumpul.
Selain memasang rambu-rambu yang jelas, penting juga melakukan simulasi evakuasi secara rutin. Dengan latihan berkala, karyawan akan lebih siap dan tidak panik saat menghadapi keadaan darurat sesungguhnya!
8. Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di Titik Strategis
Keberadaan APAR di kantor tidak boleh dianggap sekadar pemenuhan aturan. APAR harus dipasang di titik-titik strategis seperti dekat dapur, area server, atau ruang penyimpanan bahan mudah terbakar. Selain itu, alat ini harus rutin diperiksa minimal setahun sekali untuk memastikan tetap berfungsi baik.
Lebih penting lagi, semua karyawan perlu dibekali pengetahuan dasar tentang cara menggunakan APAR!
9. Pastikan Tersedia Kotak P3K yang Lengkap dan Mudah Diakses
Kotak P3K merupakan garis pertahanan pertama saat terjadi cedera ringan di tempat kerja. Pastikan isi kotak selalu lengkap, termasuk plester, kasa steril, antiseptik, obat pereda nyeri, dan sarung tangan sekali pakai. Penting juga memastikan semua perlengkapan tersebut belum kedaluwarsa.
Lokasi kotak P3K harus mudah dijangkau oleh semua orang dan diberi tanda yang jelas!