Kadang, yang dibutuhkan cuma cara untuk meluapkan rindu. Coba tulis surat buat mama, papa, atau adik. Ceritakan apa aja yang dirasain selama merantau.
Mau dikirim atau tidak, itu urusan belakangan. Yang penting, perasaan tersalurkan. Dan siapa tahu, setelah dibaca ulang, hati jadi lebih kuat.
5. Keliling Kota, Cari Suasana Baru
Homesick sering kali datang karena terlalu banyak diam di kos atau kamar. Coba keluar sebentar. Jalan kaki atau naik motor keliling kota. Cari taman, gereja tua, atau tempat yang bisa jadi tempat kontemplasi.
Berinteraksi dengan suasana baru bisa bantu menyegarkan pikiran. Bahkan, kadang dari obrolan kecil dengan orang asing, ada rasa bersyukur yang muncul.
BACA JUGA:GBI Suropati Gelar Ibadah Malam dan Jumat Agung Bertema Kemenangan dan Harapan
6. Ngobrol Sama Teman yang Nasibnya Sama
Tidak sedikit mahasiswa nasrani lain yang juga tidak bisa pulang. Coba ajak ngobrol. Tukar cerita. Mungkin bisa sekalian masak bareng atau nonton film bareng.
Tidak harus melewati masa ini sendirian. Dari teman seiman, bisa nemu rasa “keluarga kedua” walau sebentar.
7. Bikin Rutinitas Kecil Biar Pikiran Sibuk
Rasa kangen sering muncul saat pikiran kosong. Maka, isi waktu dengan hal-hal kecil yang menyenangkan. Misalnya, nulis jurnal, beresin kamar, atau nonton serial favorit.
Rutinitas ringan bisa bikin waktu berjalan lebih cepat, dan hati tidak terlalu larut dalam rindu.
8. Kirim Ucapan ke Keluarga Besar di Grup WhatsApp
Momen seperti ini biasanya grup keluarga rame. Jangan cuma baca, ikut nimbrung juga. Kirim ucapan Paskah, foto senyuman, atau sekadar emoji salib dan hati.
Meski tidak secara langsung hadir, keberadaan tetap terasa bagi mereka. Dan itu, secara tidak langsung juga bisa bikin hati lebih tenang.
9. Inget Lagi Kenapa Harus Merantau