Guernica adalah karya yang menggambarkan kengerian perang, yang tercipta sebagai reaksi terhadap pengeboman kota Guernica di Spanyol pada tahun 1937. Dalam lukisan ini, Picasso tidak hanya menggambarkan kehancuran fisik, tetapi juga kehancuran moral dan psikologis yang ditimbulkan oleh peperangan.
Dalam bukunya Picasso and the War Years (1994), John Richardson menyebutkan bahwa Guernica melambangkan penderitaan tanpa akhir yang dialami oleh warga sipil, dengan simbolisme seperti tubuh dan wajah yang terdistorsi, yang menggambarkan kekacauan dan ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi perang.
Lukisan ini mengingatkan kita bahwa peperangan bukan hanya merusak fisik, tetapi juga menghancurkan esensi manusia, menimbulkan rasa sakit yang mendalam dalam jiwa.
4. The Persistence of Memory (Salvador Dalí, Spanyol)
Dalam The Persistence of Memory, Salvador Dalí menggambarkan konsep waktu yang meleleh, seolah waktu itu sendiri fleksibel dan tidak terikat oleh batas-batas yang telah ditentukan. Dalí, yang dikenal sebagai pelopor surealisme, menggunakan waktu yang melentur untuk menyampaikan bahwa realitas kita sering kali dapat dipahami dengan cara yang lebih fluid dan relatif.
Karya Dalí ini menunjukkan bahwa waktu, sebagai sebuah konstruksi sosial, dapat berubah-ubah tergantung pada perspektif dan keadaan mental seseorang. Hal ini mengajak kita untuk melihat realitas sebagai sesuatu yang bisa berubah seiring perjalanan hidup.
5. The Scream (Edvard Munch, Norwegia)
The Scream menggambarkan emosi manusia yang mendalam—kegelisahan, ketakutan, dan kecemasan yang tak terungkapkan. Dengan figur yang menjerit di atas jembatan, latar belakang yang bergelombang dan langit yang berapi-api, Munch menyampaikan perasaan individu yang terguncang oleh dunia sekitarnya.
Seperti yang diungkapkan oleh Robert Rosenblum dalam Modern Painting and the Northern Romantic Tradition (1975), The Scream menggambarkan ketegangan psikologis dan alienasi manusia dalam masyarakat modern yang semakin berkembang.
Lukisan ini mengajak kita untuk merenung tentang pengaruh ketegangan emosional dalam kehidupan sehari-hari dan perasaan keterasingan yang sering kita alami dalam dunia yang sibuk dan penuh tekanan.
6. David (Michelangelo, Italia)
Patung David karya Michelangelo adalah simbol dari kekuatan, keberanian, dan tekad manusia. Diciptakan sebagai gambaran pemuda yang akan melawan raksasa Goliath, patung ini bukan hanya menonjolkan kecanggihan teknis dalam menggambarkan tubuh manusia, tetapi juga menggambarkan kemenangan pikiran dan semangat atas kekuatan fisik yang tampaknya lebih besar.
Seperti yang dijelaskan oleh Kenneth Clark dalam The Nude: A Study in Ideal Form (1956), patung ini merayakan keindahan tubuh manusia dalam bentuk yang paling murni dan sempurna. David mengajarkan kita bahwa kekuatan sejati tidak selalu terletak pada ukuran fisik, tetapi pada keberanian untuk menghadapi tantangan meski tampaknya kita tidak memiliki semua sumber daya yang diperlukan.