UM Gandeng More Community Hadirkan Website Konseling bagi Ibu Anak Disabilitas
--
MALANG, DISWAYMALANG.ID—Universitas Negeri Malang kembali menunjukkan perannya dalam penguatan isu inklusivitas melalui kolaborasi bersama More Community. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam kegiatan UM x More Community: Langka(h) Kecil 2026 yang digelar pada Jumat (13/2/2026) di Ruang Konferensi GKB A19 Lantai 9.
Kegiatan yang mengusung tema a little step for a better journey ini diikuti sekitar 150 peserta dari berbagai wilayah di Malang Raya. Agenda tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Penyakit Langka Nasional, dengan rangkaian acara berupa talkshow serta gelar karya anak berkebutuhan khusus.
BACA JUGA:Dua dari 12 Penulis Hadir, Bedah Buku 'The Future Society' Bahas Kegelisahan Akademik di UIN Malang
Suasana acara berlangsung hangat dan inklusif dengan berbagai penampilan kreatif, seperti tari nusantara, ABD Choir oleh siswa sekolah ABD, pembacaan puisi, hingga pertunjukan seni lain yang menampilkan keberanian dan ekspresi diri anak-anak penyandang disabilitas.
Puncak kegiatan ditandai dengan peluncuran website resmi morecommunity.or.id. Platform digital ini merupakan hasil riset tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM yang kemudian dihibahkan kepada More Community. Website tersebut dirancang sebagai pusat informasi sekaligus layanan konseling virtual bagi para ibu yang memiliki anak penyandang disabilitas maupun pengidap penyakit langka di seluruh Indonesia.
BACA JUGA:Rektor UIN Malang Soroti Pentingnya Teknologi Manusiawi dalam Bedah Buku 'The Future Society'
Dosen Teknologi Pendidikan UM sekaligus anggota More Community dan penanggung jawab kegiatan, Dr. Deka Dyah Utami, M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan website ini berangkat dari kebutuhan nyata para ibu dalam menghadapi tekanan psikologis.
“Banyak ibu mengalami tantangan sejak proses penerimaan kondisi anak hingga persoalan sehari-hari. Website ini diharapkan menjadi ruang aman untuk mencari informasi dan dukungan,” ujarnya.
BACA JUGA:Galeri Investasi Syariah UIN Malang Himpun 50 Mahasiswa dalam First Gathering
Website tersebut menyediakan berbagai fitur, mulai dari data sekolah inklusif, Sekolah Luar Biasa (SLB), rekomendasi dokter dan terapis, hingga layanan konseling virtual berbasis expert AI. Apabila permasalahan dinilai kompleks, pengguna akan diarahkan untuk mendapatkan pendampingan dari psikolog profesional yang bekerja sama dengan komunitas.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Negeri Malang tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai ruang empati dan pemberdayaan sosial. Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, serta pengurangan kesenjangan.
BACA JUGA:581 Lulusan Siap Diwisuda 14 Februari 2026, Unisma Tetapkan Lulusan Terbaik Periode 78
Sumber: um.ac.id
