BACA JUGA:9 Rekomendasi Olahraga Agar Tetap Sehat Dan Bugar Di Bulan Puasa
5. Berbuka Selain Dengan Yang Manis
Sudah jadi kebiasaan di Indonesia untuk berbuka dengan makanan dan minuman manis. Teh manis, kolak, atau gorengan seolah wajib ada di meja makan. Padahal, lonjakan gula darah yang tiba-tiba bisa menyebabkan tubuh menjadi lemas dan mudah lapar lagi dalam waktu singkat.
Sebagai gantinya, berbukalah dengan air putih dan makanan ringan yang mengandung protein, seperti kurma yang kaya serat dan gula alami. Setelah itu, lanjutkan dengan makanan utama yang mengandung protein dan lemak sehat agar energi bisa bertahan lebih lama.
BACA JUGA:Tetap Sehat Selama Puasa dengan Pola Makan dan Gaya Hidup Sehat
6. Prioritaskan Konsumsi Protein
Protein adalah sahabat terbaik bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan. Makanan tinggi protein seperti ayam, ikan, tahu, tempe, dan telur tidak hanya membantu menjaga massa otot tetapi juga membuat kenyang lebih lama.
Saat berbuka dan sahur, pastikan ada porsi protein yang cukup. Protein juga membantu tubuh dalam proses pemulihan setelah berolahraga. Selain itu, protein memiliki efek termogenik yang lebih tinggi dibandingkan karbohidrat atau lemak, yang berarti tubuh membakar lebih banyak kalori saat mencernanya.
7. Hindari Karbohidrat Olahan
Karbohidrat memang penting sebagai sumber energi, tetapi jumlahnya harus dikontrol. Hindari karbohidrat olahan seperti nasi putih dan tepung, dan pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, quinoa, atau kentang. Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat dan tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Selain itu, cara terbaik mengonsumsi karbohidrat adalah mengkombinasikannya dengan protein dan lemak sehat. Misalnya, jika ingin makan nasi, padukan dengan ayam dan sayur agar efeknya pada gula darah lebih stabil.
8. Memilih Lemak Dengan Baik
Banyak yang takut makan lemak karena dianggap bikin gemuk. Padahal, tidak semua lemak buruk. Lemak sehat seperti yang terdapat dalam alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan justru sangat baik untuk tubuh. Lemak sehat membantu menjaga keseimbangan hormon, termasuk hormon yang berperan dalam metabolisme lemak.
Sebaliknya, hindari lemak trans yang sering ditemukan dalam makanan cepat saji, gorengan, dan margarin. Lemak jenis ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan menyebabkan penumpukan lemak di tubuh.
9. Tetap Jaga Kesehatan Dengan Minum Air
Dehidrasi bisa membuat tubuh terasa lemas, mudah lapar, dan sulit berkonsentrasi. Selama Ramadan, kebutuhan cairan tetap harus terpenuhi meskipun waktu minum terbatas. Usahakan minum air putih minimal 2 liter per hari, dibagi antara waktu berbuka dan sahur.