KOTA BATU, DISWAYMALANG.ID--Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, berlanjut bagi Kecamatan Kota Batu. Musrenbang Kecamatan Kota Baru ini diselenggarakan Aston Inn Hotel, Kota Batu, Kamis (27/2).
Tema yang diangkat adalah "Perwujudan Kesejahteraan Masyarakat yang Berdaya Saing dan Berbudaya di Dukung Pemantapan Infrastruktur yang Berwawasan Lingkungan dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan".
Tema itu diwujudkan antara lain dengan dua hal: Para pejabat kecamatan hadir dengan mengenakan busana khas Kota Batu dan panitia menyediakan oleh-oleh berupa makanan produk UMKM di Kota Batu.
"Oleh-oleh ini kita beli langsung dari UMKM di Kota Batu," kata Camat Kota Batu Sasongko Fitra Adhitama.
Wakil dari UMKM juga diundang mengikuti Musrenbang, bersama seluruh stake holders Kecamatan Kota Batu lain, termasuk para lurah dan RT RW.
"Harapannya dengan kehadiran para stake holder,s, seluruh aspirasi tertampung dan bisa bersama-sama menjadikan Kota Batu lebih sejahtera lagi," tambah Camat Sasongko Fitra Adhitama.
Hadir Virtual
Dalam Musrenbang ini, Wali Kota Batu Nurochman, dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, hadir secara virtual di sela kegiatan retrer Kepala Daerah di Lembah Tidar, Magelang.
Nurochman menegaskan bahwa Musrenbang berperan penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan selama kepemimpinan mereka.I ni karena Musrenbang merupakan wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan, dengan menyampaikan aspirasi dari tingkat RT/RW hingga ke tingkat kota.
"Musrenbang menjadi landasan utama pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintahan Nurochman-Heli, sekaligus wadah partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi," katanya, saat memberi pengarahan secara online.
Menurut Wali Kota, kegiatan ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas pemerintah dalam melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
"Selamat mengikuti Musrenbangcam Batu, semoga produktif," katanya.
Ketua DPRD Kota Batu, Didik Subiyanto, menekankan bahwa meskipun pemerintah memiliki peran utama dalam pembangunan, tanggung jawab tersebut juga perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat.
Keberhasilan pencapaian indikator pembangunan sangat bergantung pada keterlibatan dan partisipasi aktif dari berbagai pihak.
"Partisipasi semua pihak dimulai dari proses perencanaan, proses pelaksanaan pembangunan itu sendiri, bahkan lebih jauh lagi adanya partisipasi dalam memelihara hasil-hasil pembangunan. Untuk itu pembangunan haruslah menjadi milik bersama, harus ada rasa memiliki oleh semua pihak, sehingga keberhasilan dan keberlanjutan pembangunan dapat terjaga," ujar Didik.