Bromo Erupsi 5 Jam usai Izin Shooting dan Event Dibuka

Jumat 06-11-2026,09:12 WIB
Reporter : Agung Santoso
Editor : Mohammad Khakim

NGADAS, DISWAYMALANG.ID--Gunung Bromo kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Ironisnya, erupsi terjadi hanya berselang lima jam setelah Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi membuka kembali izin kegiatan shooting (pengambilan gambar) dan penyelenggaraan event komersial maupun nonkomersial di kawasan wisata tersebut, Kamis sore (5/11/2026).

Semburan abu vulkanik mencapai ketinggian sekitar 500 meter di atas puncak kawah. Wisatawan hingga masyarakat Suku Tengger pun diimbau menjauhi area kawah dalam radius satu kilometer.

Berdasarkan laporan pengamatan gunung api, erupsi terjadi sekitar pukul 17.11 WIB. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik.

Rekaman kamera pengawas (CCTV) milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang terpasang di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, memperlihatkan semburan abu keluar dari kawah Gunung Bromo.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal. Arah sebarannya condong ke barat mengikuti pergerakan angin.

BACA JUGA:Pegunungan Malang Hujan, Semeru-Bromo Erupsi, Gelombang Selatan 2,3 Meter

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief membenarkan aktivitas erupsi tersebut. Dia memastikan, hingga Kamis sore kondisi di sekitar kawasan Gunung Bromo masih terpantau aman.

Meski begitu, pemantauan terus dilakukan. BPBD juga berkoordinasi dengan petugas PVMBG untuk mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik gunung yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Jawa Timur tersebut.

Oemar menyebut, ketinggian kolom abu kali ini relatif tidak jauh berbeda dibandingkan aktivitas pada hari-hari sebelumnya. Hanya saja, terdapat penebalan asap setelah erupsi terjadi.

“Menyikapi aktivitas vulkanik ini, petugas mengimbau wisatawan maupun masyarakat Tengger agar tidak melakukan aktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah Gunung Bromo,” ujar Oemar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan penutupan kembali kawasan wisata Bromo. Namun, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan freatik yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.

Wisatawan maupun warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Bromo diharapkan mematuhi rekomendasi petugas. Termasuk terus memantau informasi resmi dari PVMBG dan BPBD.

BACA JUGA:Izin Shooting dan Event di Gunung Bromo Dibuka Kembali 5 November

Sebelumnya, pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, Balai Besar TNBTS mengumumkan pembukaan kembali izin kegiatan pengambilan gambar (shooting) dan penyelenggaraan acara (event) di kawasan Gunung Bromo.

Keputusan tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor PG.31/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/11/2026 yang ditandatangani Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha.

Kategori :