Pegunungan Malang Hujan, Semeru-Bromo Erupsi, Gelombang Selatan 2,3 Meter

Pegunungan Malang Hujan, Semeru-Bromo Erupsi, Gelombang Selatan 2,3 Meter

Ilustrasi cuaca gunung dan perairan malang serta peringatan dini potensi cuaca ektrem Jatim hari ini. -AI--

MALANG, DISWAYMALANG.ID - Kondisi cuaca di kawasan pegunungan dan perairan Malang, Jumat, 6 November 2026, perlu mendapat perhatian masyarakat, wisatawan, dan pendaki. Sejumlah gunung diprakirakan mengalami hujan rintik-rintik mulai siang hingga sore. Sedangkan Perairan Malang menghadapi potensi gelombang laut sedang yang mencapai 2,3 meter.

Situasi tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Semeru dan Gunung Bromo. Di sisi lain, BMKG Juanda masih memberlakukan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 21 kabupaten/kota Jawa Timur hingga 9 November 2026.

Cuaca Semeru 

Gunung Semeru dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) diprakirakan mengalami perubahan cuaca sepanjang Jumat. Suhu pada pukul 07.00 mencapai 15 derajat Celsius. Kemudian meningkat menjadi 20 derajat Celsius pada pukul 10.00 dan 13.00.

Hujan rintik-rintik berpotensi turun mulai pukul 13.00 dengan estimasi curah hujan 0,28 milimeter. Kondisi tersebut berlanjut pada pukul 16.00 dengan suhu 16 derajat Celsius dan curah hujan 1,26 milimeter. Pada pukul 19.00, suhu turun menjadi 12 derajat Celsius dengan potensi hujan rintik-rintik 0,23 milimeter.

Kondisi vulkanik Semeru juga menjadi perhatian utama. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berstatus Level III atau Siaga setelah kembali mengalami erupsi disertai awan panas guguran pada Kamis, 5 November 2026.

Awan panas guguran dilaporkan meluncur hingga 4,5 kilometer ke arah tenggara atau kawasan Besuk Kobokan. PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah serta di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.

Cuaca Bromo

Gunung Bromo yang memiliki ketinggian 2.329 mdpl juga berpotensi mengalami hujan pada siang hingga malam. Suhu pada pukul 07.00 diprakirakan 16 derajat Celsius. Kemudian meningkat menjadi 20 derajat Celsius pukul 10.00 dan 21 derajat Celsius pada pukul 13.00.

Hujan rintik-rintik diprakirakan mulai turun pukul 13.00 dengan curah hujan 0,57 milimeter. Intensitas hujan diperkirakan meningkat pada pukul 16.00 dengan curah hujan 1,22 milimeter. Suhu saat itu sekitar 17 derajat Celsius. Pada malam pukul 19.00, suhu turun menjadi 13 derajat Celsius dengan potensi hujan rintik-rintik 0,39 milimeter.

Kondisi aktivitas vulkanik Bromo juga perlu diperhatikan wisatawan. Gunung ini mengalami erupsi pada Kamis, 5 November 2026, pukul 17.11 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 500 meter di atas puncak.

Meski mengalami erupsi, status Bromo tetap Level II atau Waspada. PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif serta mewaspadai kemungkinan letusan freatik yang dapat terjadi tiba-tiba.

Kawasan wisata Bromo tetap memiliki aktivitas kunjungan, tetapi wisatawan wajib mematuhi pembatasan di sekitar kawah. Mulai Kamis, 5 November 2026, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga kembali membuka perizinan kegiatan pengambilan gambar dan penyelenggaraan acara setelah tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan menurun.

Cuaca Arjuno dan Welirang

Prakiraan cuaca Gunung Arjuno dengan ketinggian 3.339 mdpl menunjukkan kondisi sedikit berawan pada pagi hari. Suhu pukul 07.00 diperkirakan 14 derajat Celsius dan meningkat menjadi 18 derajat Celsius pukul 10.00.

Memasuki pukul 13.00, suhu mencapai 21 derajat Celsius dengan potensi hujan rintik-rintik 0,19 milimeter. Hujan diprakirakan berlanjut pukul 16.00 dengan suhu 17 derajat Celsius dan curah hujan 0,27 milimeter. Pada pukul 19.00, suhu turun menjadi 12 derajat Celsius.

Sementara itu, Gunung Welirang dengan ketinggian 3.156 mdpl diprakirakan lebih cerah pada pagi hingga menjelang siang. Suhu pukul 07.00 mencapai 20 derajat Celsius, kemudian meningkat menjadi 25 derajat Celsius pukul 10.00 dan 26 derajat Celsius pada pukul 13.00.

Hujan rintik-rintik berpotensi turun mulai pukul 13.00 dengan curah hujan 0,32 milimeter. Pada pukul 16.00, suhu diprakirakan turun menjadi 21 derajat Celsius dengan curah hujan 1,13 milimeter. Potensi hujan masih berlangsung hingga malam.

Meski prakiraan cuaca menunjukkan kondisi relatif cerah pada pagi hari, pendakian Gunung Arjuno-Welirang masih ditutup. Pengelola Tahura Raden Soerjo masih melakukan asesmen pascakebakaran hutan, terutama untuk memeriksa pohon-pohon yang rapuh dan kestabilan tanah di jalur pendakian.

Cuaca Kawi-Butak

Gunung Kawi-Butak dengan ketinggian 2.651 mdpl juga berpotensi mengalami hujan pada siang hingga sore. Suhu pukul 07.00 diprakirakan 13 derajat Celsius dan meningkat menjadi 16 derajat Celsius pukul 10.00.

Pada pukul 13.00, suhu diperkirakan mencapai 23 derajat Celsius dengan hujan rintik-rintik 0,19 milimeter. Potensi hujan berlanjut pukul 16.00 dengan curah hujan 0,45 milimeter dan suhu 17 derajat Celsius. Pada pukul 19.00, suhu turun menjadi 13 derajat Celsius.

Untuk aktivitas pendakian, kondisi jalur setiap gunung perlu diperiksa secara terpisah. Jalur Puncak Kawinajang dilaporkan kembali dibuka sejak 28 Oktober 2026. Jalur Panderman juga telah dibuka kembali, sedangkan pendakian Gunung Butak masih ditutup sementara dan ditargetkan dibuka pada Desember 2026.

Gelombang Perairan Malang Selatan 

Beralih ke kawasan laut, BMKG Maritim mengeluarkan prakiraan cuaca Perairan Malang untuk periode 6 November pukul 07.00 hingga 9 November 2026 pukul 07.00 WIB.

Kondisi perairan diprakirakan berawan dengan suhu sekitar 26-27 derajat Celsius dan kelembapan 83-90 persen. Tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar 2,1-2,3 meter atau masuk kategori sedang.

Pada Jumat pukul 06.00, angin diprakirakan bertiup dari barat daya dengan kecepatan 6 knot dan hembusan maksimum 17 knot. Memasuki pukul 12.00, angin dari barat daya melemah menjadi 3 knot dengan hembusan 8 knot.

Pada pukul 18.00, arah angin berubah dari barat laut dengan kecepatan 6 knot dan hembusan 9 knot. Tinggi gelombang diprakirakan meningkat hingga 2,3 meter. Arus laut bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 0,8-1 knot.

BMKG juga memasukkan Perairan Malang dalam peringatan gelombang sedang yang berlaku 6-9 November 2026. Secara umum, angin di delapan wilayah perairan Jawa Timur didominasi arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 7-22 knot.

Nelayan, operator perahu wisata, dan masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan Malang perlu memperhatikan perkembangan gelombang dan angin. Aktivitas pelayaran sebaiknya menyesuaikan kondisi laut serta arahan otoritas setempat.

Peringatan Dini Cuaca Ektrem Jawa Timur 

Selain kondisi pegunungan dan perairan, BMKG Juanda mengingatkan potensi cuaca ekstrem di 21 kabupaten/kota Jawa Timur selama periode 2-9 November 2026. Peringatan tersebut mencakup potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang.

Wilayah yang masuk dalam daftar kewaspadaan meliputi Kabupaten Probolinggo, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jember, Lumajang, Kota dan Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Kota dan Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Blitar, Pacitan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Ponorogo, Kota Batu, serta Magetan.

Dampak cuaca ekstrem yang perlu diantisipasi meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung, hujan es, pohon tumbang, jalan licin, hingga berkurangnya jarak pandang.

BMKG Juanda menjelaskan, potensi cuaca ekstrem dipengaruhi gangguan gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), pola pertemuan angin atau konvergensi, suhu muka laut yang relatif hangat, serta kondisi atmosfer lokal yang labil. Kombinasi faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang dapat memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan, lereng, tebing, dan kawasan rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan. Perubahan cuaca dapat berlangsung cepat sehingga pemantauan informasi resmi BMKG dan arahan petugas kebencanaan perlu dilakukan secara berkala.

Sumber: bmkg dan data gunung serta pvmbg

Berita Terkait