BATU, DISWAYMALANG.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat sebanyak 2.913 penderita diabetes telah mendapatkan penanganan hingga triwulan III 2026. Jumlah tersebut setara 90,60 persen dari total 3.215 penderita yang tercatat sepanjang tahun ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin mengatakan, target tahunan penanganan diabetes adalah 100 persen dari jumlah penderita yang tercatat. “Capaian setiap tahun sudah 100 persen. Tahun ini, hingga triwulan ketiga mencapai 90,60 persen atau 2.913 orang,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Capaian tersebut diperoleh melalui program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), yang diperkuat dengan deteksi dini, pemeriksaan kesehatan, pemberian obat, edukasi pola hidup sehat, serta pemantauan pasien secara berkelanjutan. Upaya ini juga diperluas hingga lingkungan RT agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan.
Menurutnya, pengendalian diabetes tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan gula darah dan pemberian obat. Perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah peningkatan kasus sekaligus mengurangi risiko komplikasi.
BACA JUGA:Nurochman Minta Pejabat Baru Batu Gerak Cepat Benahi Pelayanan
Salah satu upaya yang diperkuat adalah program Aku Cerdik. Program ini mendorong masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik, berhenti merokok, kepatuhan mengonsumsi obat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Pada 2025, pelaksanaan program tersebut diperkuat melalui edukasi, pendampingan masyarakat, peningkatan kapasitas pelaksana, dan pengembangan jejaring pelayanan kesehatan. Tahun ini, jangkauannya diperluas dari Kelurahan Sisir ke Kelurahan Temas melalui pendekatan RT Sehat.
Pendekatan tersebut memungkinkan edukasi dan skrining kesehatan dilakukan lebih dekat dengan tempat tinggal warga. Salah satu kegiatannya berlangsung pada 4 Juni 2025, ketika sekitar 170 warga Kelurahan Temas mengikuti sosialisasi dan pemeriksaan hipertensi serta diabetes.
“Selain melalui RT Sehat, masyarakat juga bisa memanfaatkan pemeriksaan kesehatan di puskesmas, posyandu, klinik, hingga program Cek Kesehatan Gratis (CKG),” imbuh dr Icang.
Dokter Fungsional Puskesmas Batu dr. Emy Rosyidah mengungkapkan, diabetes termasuk penyakit yang cukup sering ditemukan dalam pelaksanaan CKG. Temuan tersebut antara lain dijumpai saat pemeriksaan kesehatan di lingkungan Kantor Desa Oro-Oro Ombo.
Menurutnya, masih ada masyarakat yang keliru memahami penyebab diabetes. Penyakit ini tidak semata-mata muncul akibat mengonsumsi makanan atau minuman manis, tetapi dipengaruhi berbagai faktor.
BACA JUGA:BPBD Kota Batu Akui Masyarakat Jadi Garda Terdepan Hadapi Bencana
“Diabetes tidak muncul hanya karena seseorang sekali mengonsumsi makanan manis. Penyakit tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai keturunan, pola makan, berat badan, hingga aktivitas fisik,” paparnya.
Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan hidup sehat untuk menekan risiko penyakit tersebut. Caranya dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi gula berlebih, menjaga berat badan ideal, serta rutin melakukan aktivitas fisik.
Sementara bagi penderita yang telah terdiagnosis diabetes, pengendalian kadar gula darah harus dilakukan secara konsisten. Pemeriksaan berkala dan konsumsi obat sesuai resep tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam pengelolaan penyakit.