Stunting Kota Batu Naik 2 Persen, Sekda: Jangan Tutupi Data, Percepat Intervensi
Sekda Kota Batu, Alfi Nurhidayat menyampaikan sambutan Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kota Batu di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Senin (28/9/2026)-Sholeh/Diswaymalang -
BATU, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Batu memilih memperkuat pendataan dan intervensi setelah angka stunting di wilayahnya dilaporkan mengalami kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat mengatakan kenaikan tersebut tidak serta-merta menunjukkan kondisi yang semakin buruk. Menurut dia, peningkatan angka juga dipengaruhi pendataan yang lebih masif dan akurat terhadap kondisi anak di lapangan.
Hal itu disampaikan Alfi saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kota Batu di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Senin, 28 September 2026.
Rakor yang digelar Dinas Kesehatan Kota Batu itu diikuti stakeholder lintas sektor mulai perangkat daerah, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
BACA JUGA:Hidupkan Semangat Gotong Royong, Karang Taruna Kota Batu Bedah Rumah Warga
"Yang hadir di sini adalah seluruh stakeholder terkait. Kita sama-sama harus memiliki tanggung jawab yang besar, rasa memiliki yang besar terhadap anak-anak kita, anak-anak Kota Batu, dan rasa krisis tentang bagaimana kita menghadapi stunting," ujarnya.
Alfi mengungkapkan, berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, angka stunting di Kota Batu mengalami kenaikan sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, kenaikan tersebut bukan sepenuhnya kabar buruk. Setelah ditelusuri bersama, kenaikan angka itu terjadi karena Pemkot Batu melakukan survei secara masif dan lebih akurat melalui Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan instrumen lainnya.
BACA JUGA:Grand Design Smart Integrated Farming Giripurno Rampung, Batu Siapkan Pertanian Berbasis IoT
"Dengan masifnya kita turun ke lapangan, tingkat akurasinya lebih tinggi. Dan kita sendiri yang justru memunculkan status stunting yang bertambah. Sedih? Tentu sedih. Pencitraan bagi Kota Batu tentu kita harap tidak terjadi," katanya.
Namun, menurutnya, hal itu justru positif. Karena dengan tahu secara dini situasi anak-anak stunting di Kota Batu. Maka semakin cepat kita bisa melakukan intervensi, semakin cepat melakukan antisipasi dan percepatan pencegahan.
"Konvergensi lintas sektoral menjadi kunci agar angka stunting bisa terus turun hingga hilang," imbuhnya.
Alfi menyebut, garda terdepan dalam penanganan stunting berada di tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kepala desa, lurah, dan seluruh perangkat desa/kelurahan yang telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap warganya.
Sumber:


