Cuaca Kota Malang 5 November 2026: Udara Kabur di Lima Kecamatan

Kamis 05-11-2026,06:00 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID - Kondisi cuaca di Kota Malang pada Kamis, 5 November 2026, diprakirakan didominasi udara kabur. Fenomena ini diperkirakan terjadi di seluruh lima kecamatan dengan suhu udara maksimum mencapai 28 derajat Celsius.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di Kota Malang berada pada kisaran 22–28 derajat Celsius. Sementara itu, tingkat kelembapan udara berkisar 59–97 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan udara relatif lembap. Kelembapan tinggi membuat kandungan uap air di udara meningkat sehingga suasana dapat terasa lebih pengap, terutama ketika pergerakan angin tidak cukup kuat untuk membantu pertukaran udara.

Udara Kabur Merata di Lima Kecamatan

Kecamatan Blimbing diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 22–28 derajat Celsius dan kelembapan 59–97 persen. Angin bertiup dari timur dengan kecepatan sekitar 12 kilometer per jam.

Untuk memudahkan pemahaman, angin di bawah 10 km/jam kategori angin ringan. Bila 10-30 km/jam angin sedang. Di atas itu angin kencang.

Adapun kelembapan normal di kisaran 40-60 persen. Di atas itu berarti kategori kelembapan tinggi.

Kecamatan Klojen juga diprakirakan mengalami udara kabur. Suhu berkisar 22–28 derajat Celsius dengan kelembapan 61–97 persen. Angin dari tenggara berkecepatan sekitar 18 kilometer per jam.

Kecamatan Kedungkandang diprakirakan memiliki suhu 23–28 derajat Celsius dengan kelembapan 64–96 persen. Angin dari timur berkecepatan hingga 20 kilometer per jam.

Kecamatan Sukun diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu 23–28 derajat Celsius. Kelembapan mencapai 62–97 persen, sedangkan angin dari tenggara berkecepatan sekitar 14 kilometer per jam.

Sementara itu, Kecamatan Lowokwaru diprakirakan memiliki suhu 22–28 derajat Celsius dengan kelembapan 60–97 persen. Angin dari timur laut berkecepatan sekitar 15 kilometer per jam.

Kelembapan Tinggi Memengaruhi Kondisi Udara

Perbedaan kecepatan angin di setiap kecamatan turut memengaruhi kondisi udara yang dirasakan masyarakat. Angin membantu menggerakkan dan mencampurkan massa udara sehingga dapat mengurangi penumpukan udara lembap di suatu kawasan.

Sebaliknya, ketika kelembapan tinggi bertemu dengan pergerakan angin yang relatif lemah, udara bisa terasa lebih pengap. Kondisi ini juga dapat mendukung terbentuknya kabut atau udara kabur apabila terdapat cukup uap air dan kondisi atmosfer yang mendukung.

Pengendara Perlu Mewaspadai Jarak Pandang

Masyarakat perlu memperhatikan kondisi tersebut saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya pada pagi hari ketika udara masih lembap. Pengendara juga perlu meningkatkan kewaspadaan apabila jarak pandang berkurang akibat udara kabur.

Berdasarkan tabel prakiraan BMKG untuk 5 November, tidak terdapat keterangan hujan pada kelima kecamatan. Karena itu, kondisi udara kabur perlu dibedakan dari hujan maupun kabut tebal yang dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan.

Kategori :